Abstract :
Dalam memanajemen pengoperasian jaringan telekomunikasi, pengamatan status
jaringan secara real time bertujuan untuk mengetahui kondisi jaringan. Kondisi sebuah
jaringan yang baik adalah jaringan yang tidak memiliki persentase occupancy yang tinggi.
Jaringan STO Kelapa Gading dan STO Mangga Besar setelah dianalisa data trafik
pada bulan Februari, Maret dan April 2006 memiliki occupancy sebesar 84,45 %,
dimana
melebihi standar yang ditetapkan PT. TELKOM yaitu 80 %
sehingga dilakukan
perencanaan occupancy menjadi 60 % dan dalam perhitungan juga dilakukan perencanaan
occupancy sebesar 80 %. Perencanaan jaringan dengan occupancy 80 % dilakukan untuk
melakukan perbandingan dan pertimbangan dalam mengambil keputusan dalam
perencanaan jaringan.
Berdasarkan hasil analisa untuk merencanakan occupancy sebesar 60 % maka
diperlukan penambahan sirkit sebanyak 165 sirkit sehingga jaringan memiliki 568 sirkit
dan untuk merencanakan occupancy sebesar 80 % maka diperlukan penambahan sirkit
sebanyak 23 sirkit sehingga jaringan memiliki 426 sirkit.
Dengan occupancy 60 % jaringan STO Kelapa Gading dan STO Mangga Besar
mempunyai traffic offered sebasar 548,8 Erlang, traffic carried sebesar 540,57 Erlang dan
traffic rejected sebesar 8,23 Erlang sehingga jumlah panggilan yang dapat dilayani adalah
18.641 panggilan dan jumlah panggilan yang ditolak adalah 284 panggilan.
Untuk occupancy 80 % jaringan STO Kelapa Gading dan STO Mangga Besar
mempunyai traffic offered sebasar 406,9 Erlang, traffic carried sebesar 400,8 Erlang dan
traffic rejected sebesar 6, 10 Erlang sehingga jumlah panggilan yang dapat dilayani adalah
13.821 panggilan dan jumlah panggilan yang ditolak adalah 210 panggilan.
iii