Abstract :
Meningkatnya persaingan dalam dunia industri dan untuk
mempertahankan serta meningkatkan daya saing perusahaan, maka
perusahaan harus melakukan perbaikan pada semua elemen kegiatan
sehingga kinerja perusahaan dapat meningkat.
Produk dengan mutu yang tinggi, biaya produksi yang rendah, serta
mesin-mesin yang cukup andal merupakan indikator dari tingkat perbaikan
kinerja.
Faktor-faktor yang diidentifikasikan dalam penelitian ini meliputi mesin
( jumlah mesin, waktu kerusakan ), biaya ( suku cadang, operator, opportunity
cost ). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan interval kerusakan,
distribusi kerusakan, biaya perawatan preventif dan komponen biaya korektif,
serta membuat kebijaksanaan kapan mesin tersebut harus dirawat dan
berapa kali, juga mencari keseimbangan antara ongkos kerusakan dan
ongkos perawatan.
.Berdasarkan hasil pengumpulan dan pengolahan data maka diperoleh
hasil penelitian sebagai berikut :
1. Terdapat lima jenis kerusakan yang sering terjadi yaitu kerusakan double
nedle bearing, SKF bearing, trush ball bearing, drive plate, dan floating
plate,
2. Interval waktu kerusakan mesin untuk masing-masing mesin adalah 30
hari, 28 hari, 29 hari, dan 28 hari, sedangkan distribusi waktu kerusakan
mesin adalah eksponensial,
3. Dengan model yang digunakan diketahui bahwa interval perawatan
preventif yang optimal adalah 50 hari, dengan ekspektasi keuntungan
permesin perhari Rp. 4.407.796,80
4. Dengan model yang sekarang digunakan diketahui bahwa ekspektasi
keuntungan permesin perhari Rp. 4.403.245,93