Abstract :
Pada perkembangan teknologi 3G kebutuhan semakin meningkat. Pada
aplikasinya node B sebagai ujung dari jaringan 3G selalu bertambah, maka
selanjutnya ikut dikembangkan pula pcrencanaan jaringan baru. Dalam penulisan
tugas akhir ini membahas suatu proses perencanaan komunikasi radio link antara
node B di Binuang dengan BTS di Kronjo yang sesuai dengan kebutuhan dan
digunakan sebagai penunjang dalam system komunikasi radio 3G. Dengan
dialokasikannya Node B baru di Kronjo maka kapasitas transmisi di Binuang harus
'
I
ditambah / di upgrade sebanyak 16 EI karena kapasitas yang ada saat ini 16 EI,
t
kapasits yang sudah terpakai sebanyak 14 EI. Sedan kan pada BTS Kronjo tidak
'
diperlukan penambahan kapasitas.
Perencanaan jaringan ini menggunakan radio Minilink Ericsson TN dengan
I
tipe AMM 2p yang menggunakan frekuensi 7,477 GHz untuk downlink dan 7,638
'
GHz untuk frekuensi uplink, modulasi digital CQPSK.
Perencanaan ini dilakukan untuk menentukan kualitas sinyal dengan
memperhatikan aspek-aspek yang mempengaruhi proses transmisi, seperti: frekuensi
yang digunakan, lintasan radio dan kalkulasi link budget.
Dari hasil analisis lintasan radio tidak terganggu oleh obstacle sehingga tidak
mengganggu propagasi. Nilai Fade Margin yang diperoleh untuk downlink sebesar