Abstract :
Penggunaan teknologi telepon tanpa kabel atau yang lebih dikenal
dengan Wireless Local Loop adalah merupakan alternatif yang di gunakan
PT. TELKOM untuk membangun dan memperluas jaringan dengan cepat.
Sistem ini menggunakan teknologi komunikasi radio dengan frekuensi
operasi 1880 -- 1900 MHz.
Karena penggunaan frekuensi tersebut dilakukan secara acak dan
juga jarak yang berdekatan antara cell station satu dengan cell station
lainnya dimungkinkan dapat terjadi interferensi pada pemakaian frekuensi
yang sama (Co-Channel Interference) terhadap pelanggan yang berada
didaerah pelayanan STO Tanjung Priok. Sehingga perlu dilakukan suatu
analisis untuk mengetahui seberapa besar interferensi yang terjadi.
Pada perhitungan Carrier to Interference sistem radio DECT DRA
1900 diwilayah STO Tanjung Priok, besarnya sinyal penginterferensi dari
WLL B sebesar - 71,88 dBm dan WLL C sebesar- 85, 12 dBm sedangkan
toleransi maksimum interferensi yang diperbolehkan yaitu sebesar -83
dBm, sehingga pelanggan pada pelayanan STO Tanjung Priok akan
mengalami gangguan yang diakibatkan interferensi dari sistem WLL B.