Abstract :
Bertambahnya kebutuhan masyarakat akan jasa telekomunikasi dan jumlah
sentral lokal yang terlalu banyak, juga adanya pola routing yang terlalu rumit,
PT.TELKOM mengadakan penataan kembali pada sentral-sentral lokal di DIVRE II
yang dikenal dengan sebutan re-hosting. re-hosting dilakukan pada Sentral Telepon
Otomatis (STO) dengan merubah fungsi menjadi Digital line Unit (DLU) disebabkan
karena tidak tersedianya fasilitas untuk proses pensinyalan Common Chanel Signaling
no 7 (CCS#7) pada sentral tersebut. Dengan berkurangnya jumlah STO
dari
120
menjadi 75 STO, maka, pengelolaan jaringan melalui manajemen terpusat akan lebih
sederhana dan efisien.
dari
Tindak lanjut
masalah yang ada, pengamatan diprioritaskan pada hasil
dari
unjuk kerja
hubungan STO Bekasi (BEKB) ke sentral-sentral tandem sesudah di
lakukannya re-hosting, dengan melihat perubahan parameter-parameter yang ada
Untuk tingkat kepadatan sirkit (OCC %), target yang diinginkan untuk pengoptimalan
sirkit sebesar 70 %
Penghitungan trafik meliputi faktor-faktor penyebab perubahan trafik, intensitas
trafik, Grade Of Service (GOS) dan Successful Call Ratio (SCR).
Setelah dilakukan analisis, Re-hosting dapat mengoptimalkan pada sisi sentral, juga
menyebabkan meningkatnya tingkat kepadatan sirkit di sentral tandem yang tidak
bertambah jumlah sirkit operasinya, tetapi peningkatan itu belum sesuai target. Untuk
mencapai target yang diinginkan, Jumlah Sirkit Operast diubah menjadi: JTTD
sebanyak 917 sirkit, CPTD sebanyak 105 sirkit, KTTD sebanyak 100 sirkit, SLTD
sebanyak 224 sirkit, KBTD sebanyak I 02 sirkit, dan GBTD sebanyak 122 sirkit