Abstract :
Sistem komunikasi bergerak selu1ar mengalarni keterbatasan dalam penggunaan
spektrum frekuensi akan tetapi mengalami tingkat pertumbuhan yang tinggi dalam hal
jumlah pelanggan dan kebutuhan akan kualitas pelayanan yang baik sehingga
dibutuhkan suatu teknologi yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Dalam hal ini
CDMA dianggap dapat mengatasi keterbatasan frekuensi dam memenuhi kebutuhan
akan kapasitas yang lebih besar serta memiliki keunggulan dibandingkao teknologi lain
yang ada sekarang.
Penerapan sistem CDMA pada komunikasi bergerak selular membutuhkan
perencanaan yang berbeda dengan perencanaan sistem bergerak selular yang lain seperti
FDMA clan TDMA (GSM). Salah satu aspek dari perencanaan sistem adalab
perencanaan frekuensi, perhitungan model propogasi dan jumlah kanal yang harus
disediakan untuk memenuhi kebutuhan trafik yang
ad.a.
Dalam hal ini perencanaan
jaringan dilakukan berdasarkan pada studi literatur clan data pengukuran. Untuk model
propagasi yang digunakan ada dua model yaitu Hata-Okumura dan W.CY
Lee
pada
sub-urban
rural
daerah
dan
untuk daerah Jakarta. Model propagasi W.CY Lee lebih
cocok digunakan dikota Jakarta dibandingkan dengan model propagasi Hata-Okumura,
karena kota Jakarta cendrung mewakili daerah
sub-urban
rural
dan
pada model
Lee.
propagasi W.CY
Dan diharapkan ini merupakan salah satu solusi bagi komunikasi
bergerak selular yang banyak dipakai sekarang ini.