Abstract :
Sistem pensinyalan sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan
pembentukan hubungan komunikasi memainkan peranan yang sangat penting.
Common Channel Signaling 7 (CCS#7) dikenal sebagai suatu sistem pensinyalan
yang lebih handal, salah satunya adalah dapat menangani trafik yang lebih tinggi
dibanding pendahulunya yaitu Channel Associated Signaling (CAS)
Untuk mengetahui kinerja sentral dalam hat
penanganan trafik dari sistem
pensinyalan CAS dan CCS#7 maka dibandingkanlah kedua sistem pensinyalan
tersebut berdasarkan tingkat kepadatan sirkit yang sama, pengamatan dilakukan clan
diterapkan pada sentral Wilayah Slipi sebagai salah satu sentral terpadat di Jakarta.
Langkah-langkah yang ditempuh untuk menganalisis tugas akhir ini adalah
dengan menentukan waktu pengamatan, parameter-parameter yang diperlukan dalam
penghitungan, tingkat kepadatan sirkit yang sama (mendekati) clan
menghitung trafik
mingguan lalu menjadikannya tabel bulanan.
Hasil yang didapat menunjukkan bahwa intensitas trafik/kanal antara CAS
dan CCS#7 adalah sama yaitu 0,61 Erlang, SCR mengalami peningkatan sebesar
2,93% dari 66,69% pada CAS menjadi 69,62% pada CCS#7 dan GOS meningkat 3%
%
menjadi 31
pada CCS#7 dari sebelumnya yaitu 34% pada CAS.
Berdasarkan hasil analisis diatas didapat kesimpulan bahwa pada sentral
Wilayah Slipi sistem pensinyalan CAS masih bisa digunakan jika dilihat dari hasil
intensitas trafik/kanal, SCR dan GOS yang tidak berbeda jauh dengan CCS#7.