Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Novita, Sari
Subject
495.1 Chinese/Bahasa China, Bahasa Mandarin
Datestamp
2019-01-14 03:11:07
Abstract :
Skripsi ini bertujuan mengetahui perbedaan bunyi konsonan apikopalatal dan apikodental antara bahasa Mandarin Putonghua dan bahasa Mandarin dialek Min Selatan. Bunyi konsonan apikopalatal dilafalkan dengan ujung lidah menyentuh langit-langit keras, seperti konsonan /zh/, /ch/, /sh/, dan /r/. Bunyi konsonan apikodental dilafalkan dengan ujung lidah menyentuh belakang gigi atas (dekat gusi gigi atas), seperti konsonan /z/, /c/, dan /s/. Data skripsi ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasilnya menunjukkan bahwa ketika penutur bahasa Mandarin dialek Min Selatan melafalkan bunyi palatal bahasa Mandarin Putonghua, karena terpengaruh bahasa ibu mereka, konsonan yang seharusnya dilafalkan dengan bunyi palatal /zh/, /ch/, /sh/ sering dibaca menjadi bunyi dental /z/, /c/, /s/. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam bahasa Mandarin dialek Min Selatan hanya terdapat bunyi dental, tidak terdapat bunyi palatal. Dalam kaidah fonemik bahasa Mandarin Putonghua, perbedaan pelafalan dapat membedakan makna kata itu sendiri. Seperti pada contoh kata bahasa Mandarin Putonghua? Sh? (pasir) dilafalkan dalam bahasa Mandarin dialek Min Selatan menjadi?S? (tiga).
Kata Kunci: Bahasa Mandarin Putonghua, Bahasa Mandarin Dialek Min Selatan, Bunyi Konsonan Apikopalatal, Bunyi Konsonan Apikodental
????????????????????????????????? ??????????????????????????/zh/, /ch/, /sh/, ? /r/? ???????????????????????????/z/, /c/, ? /s/. ??????????????????????????????????????????????????/zh/, /ch/, /sh/???????/z/, /c/, /s/? ?????????????????????????????. ???????????????????Sh??????S?????????????????
??? : ????????????????????