Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Michael Arnold, Wonata
Subject
623.8 Nautical Engineering and Seamanship/Teknik Perkapalan, Teknik Nautika dan Ilmu Angkatan laut
Datestamp
2023-07-25 02:56:40
Abstract :
Secara global pola pengangkutan barang dari satu daerah ke daerah
lain dewasa ini menggunakan container (peti kemas), dikarenakan
keinginan agar barang terjamin pengirimannya serta untuk efisiensi
bongkar dan muat di pelabuhan. Negara Indonesia yang memiliki banyak
pelabuhan harus mulai mengembangkan pelabuhan untuk dapat melayani
jasa bongkar-muat peti kemas jika tidak akan tertinggal dengan negaranegara
lain di dunia khususnya negara tetangga seperti Malaysia dan
Singapura yang telah lebih dulu maju dalam persaingan jasa pengangkutan
barang.
Kapal yang digunakan untuk pengangkutan barang dalam peti
kemas adalah kapal container (kapal peti kemas). Kapal peti kemas adalah
suatu kapal yang dibangun khusus untuk mengangkut container atau peti
kemas. Kapal yang ini biasanya dipakai secara khusus untuk tujuan
perdagangan. Peti kemas adalah suatu kemasan yang dirancang secara
khusus dengan ukuran tertentu, dapat dipakai berulang kali, dipergunakan
untuk menyimpan dan sekaligus mengangkut muatan yang ada di
dalamnya. Filosofi dibalik petikemas ini adalah adanya kemasan yang
terstandar yang dapat dipindah-pindahkan ke berbagai moda transportasi
laut dan darat dengan mudah seperti kapal laut, kereta api, truk atau
angkutan umum lainnya sehingga transportasi ini efisien, cepat, aman dan
juga sebagai satuan muat di pandang memiliki segi ekonomis maupun
keamanan yang lebih terjamin dan terarah. Dimana barang-barang/kargo
sudah disusun dalam sebuah pallet yang bernama container yang sudah
mempunyai ukuran universal. TEU (Twenty feet Equivalent Unit) adalah
peti kemas 20 kaki dan peti kemas 40 kaki.