Abstract :
Salah satu alat penukar panas pada sistem refrigerasi adalah evaporator.
Evaporator mengubah refrigeran menjadi uap, menyisakan residu mineral di
dalam evaporator. Pada sistem pendinginan, efek pendinginan diperoleh dari
penyerapan panas oleh cairan pendingin yang menguap dengan cepat (penguapan
membutuhkan energi panas).
Perancangan membuat evaporator dengan desain shell and tube dan
dengan desain baffle segmental yaitu jcnis baffle yang dipotong 25 %, baffle
tersebut juga biasa disebut baffle 75 %. Desain shell dengan pipa besi dan bisa di
buka tutup dengan pengikat baut. Evaporator ini dirancang sedemikian rupa
apabila ada kebocoran di dalam pipa-pipa tembaga bisa diganti atau diperbaiki
Berdasarkan hasil perhitungan yang didapat dari pengambilan data
sebelumnya adalah semakin tinggi laju air maka semakin tinggi laju refrigeran dan
semakin tinggi kapasitas kalor juga semakin tinggi pula rata-rata perbedaan
temperaturnya. Makin tinggi laju air pendingin maka semakin rendah perbedaan
temperature di dalam evaporator.