Abstract :
Dalam sebuah sistem produksi yang kompleks dapat terjadi
penumpukan barang atau pekerjaan yang membentuk antrian panjang
yang belum tentu dapat diselesaikan secara optimal, maka dari itu
perusahaan harus dapat meminimalkan waktu penyelesaian seluruh
pekerjaan dan makespan sehingga bisa mengurangi waktu tunggu
pekerjaan dan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu dan
juga dapat menentukan penjadwalan produksi secara optimal.
Algoritma genetika dikembangkan o/eh John Holland, seorang
pengajar dari University of Michigan pada tahun 1969 kemudian Algoritma
genetika merupakan algoritma pencarian terstruktur yang didasaran pada
analogi mekanisme seleksi dan informasi genetika alami. Kemudian selain
algoritma genetika dapat juga dibandingkan dengan metode johnson
dimana metode johnson sama halnya dengan algoritma genetika yang
dapat meminimalkan total waktu penyelesaian seluruh pekerjaan.
Hasil dari metode algoritma genetika dengan total flow time ( TFT)
sebesar 2580 jam dan makespan (MS ) sebesar 792 jam dengan urutan
pekerjaan adalah 20" x 9.5
AP5 LB, 24" x 6.4 API 5 LB, 12"x 10.3 API 5
LB, 18x 9.5 AP1 5 LB, 24 9.5 AP 5 LB, 20" 11.1 API 5 CTK55, 16
12.7 AP1 5 LX52, 20" x 6.4 API 5 LB, 16 12.7 API 5 LX52 dan 12"x 11.1
API 5 LX52 sedangkan hasil dari metode johnson untuk total flow time (
TrT) sebesar 2928 jam dan makespan ( MS ) sebesar 792 jam dengan
urutan pekerjaan adalah 24" x 6.4 API 5 LB, 20" 9.5 API 5 LB, 12"° 10.3
API 5 LB, 18x9.5 API 5 LB, 24 x 9.5 AP1 5 LB, 16x 12.7 API 5 LX52,
20"x 11.1 API 5 CTK55, 20" x 6.4 API 5 LB, 12"x 11.1 API 5 LX52 dan
16
x 12.7 API 5 LX52.
Sehingga perusahaan dalam melakukan penjadwalan produksi
yang optimal dapat digunakan metode algoritma genetika sehingga dapat
meminimalkan waktu penyelesaian seluruh pekerjaan