Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Suherman, Suherman
Subject
380 Commerce, Communications, Transportation (Perdagangan, Komunikasi, Transportasi)
Datestamp
2023-08-28 04:17:33
Abstract :
Dalam mensiati menghadapi ketatnya persaingan di dunia usaha, PT. KPA salah satu
perusahaan jasa angkutan barang menginginkan perusahaannya untuk tetap
diperhitungkan di kalangan konsumen jasa dengan tetap memberikan yang terbaik
(produk jasa dan pelayanan), mengingat semakin banyaknya bermunculan perusahaan
pesaing yang bergerak dibidang yang
sama.
Salah satunya dengan menawarkan tarif jasa
angkutan yang berkualitas, yang dapat bersaing dengan tarif angkutan perusahaan
angkutan lainnya. Dalam bidang usaha ini, salah salu ha/ yang jadi pertimbangan khusus
para konsumen dalam memilih perusahaan angkutan adalah harga jasa angkutan yang
ditawarkan perusahaan.
Salah
satu yang melatarbelakangi terbentuknya harga
transportasi adalah biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan transportasi tersebut.
Pengambilan keputusan (pemilihan rute, armada, pendistribusian) yang tepat dalam
menjalankan transportasi dapat menciptakan transportasi yang efektif dan efisien,
sebaliknya jika tidak, maka transportasi yang dijalankan akan memakan biaya
pengeluaran yang cukup besar, yang seharusnya tidak perlu. Bagaimana perusahaan bisa
menciptakan tarif angkutan yang bersaing jika biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan
transportasi cukup besar.
Perusahaan dipercayakan oleh salah satu customernya untuk mendistribusikan
barangnya berupa material elektrik ke seluruh kota-kota di sumatera dengan kurang lebih
puluhan titik lokasi pengiriman. Dengan menggunakan angkutan jenis colt diselt, dimana
satu unitnya dapat menampung banyaknya barang untuk dua lokasi pengiriman sekaligus.
Dengan frekuensi pengiriman sekali dalam dua minggu, dan banyaknya lokasi pengiriman
yang harus dipenuhi antara empat sampai delapan titik dalam sekali jalan. Setelahnya, ke
empat armada tersebut diarahkan ke empat kola tujuan untuk pengambilan barang yang
akan dikirim ke Jakarta. Dengan kondisi atau keadaan seperti ini, yang memaksa
perusahaan untuk mengambil keputusan yang tepat dalam menentukan rule pengiriman,
dan pengalokasian armada ke beberapa kola pengambi/an barang agar biaya yang
dikeluarkan biaya yang dikeluark.an dapat ditekan hingga sedemikian minimum. Namun
karena keterbatasan metode yang digunakan dalam pengambilan keputusan untuk kasus
kasus
transportasi, seringkali perusahaan mengambil keputusan yang tidak tepat dalam
menjalankan transportasinya, sehinnga biaya yang dikeluarkan cukup besar
Dalam menentukan pengalokasian kota-kota tujuan tersebut ke dalam masing
masing agar di dapat rute optimum, peneliti menggunakan model penugasan. Model
penugasan adalah model untuk memecahkan masalah pengalokasian untuk memecahkan
masalah meminimumkan (umumnya biaya), dan memaksimumkan (umumnya
keuntungan). Pada penelitian ini, model penugasan digunakan untuk meminimumkan
biaya pengeluaran transportasi, yaitu mengalokasikan kota-kota tujuan ke dalam unit colt
dieselt yang nantinya akan membentuk rule transportasi optimum, yaitu dengan biaya
pengeluaran terendah.
Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan model penugasan, didapat rule
optimum untuk ke 4 unit armada yaitu: Armada 1 (Jakarta-Kotabumu-Tembilahan-Jambi
Jakarta), Armada 2 (Jakarta-Curup-Bukit tinggi-Medan-Jakarta), Armada 3 (Jakarta
Sekayu-Muara bungo-Palembang-Jakarta), dan Armada 4 (Jakarta-Sungai penuh-Padang
sidempuan-Pekanbaru-Jakarta) dengan total biaya transportasi minimum sebesar Rp. 22
770.000 (Dua puluh dua juta tujuh ratus tujuh puluh ribu rupiah).