Abstract :
PT Bumi Kaya Steel Industries adalah perusahaan industri konstruksi pipa dan besi baja
yang telah berdiri pada tahun 1986 di Jakarta. Seiring dengan itu, semakin tua pula umur
dari mesin-mesin yang berarti semakin perlu diperhatikan tentang masalah perawatan
dari mesin-mesin tersebut. Karena telah lama berdiri ada kalanya hal-hal tertentu seperti
manajemen perawatan mesin masih tetap mengikuti sistem lama, permasalahan yang
ada pada bagian maintenance menghambat kegiatan proses produksi yang ada. Hal ini
disebabkan karena tidak adanya manajemen perawatan yang dilakukan oleh perawatan
mesin. Perawatan mesin dilakukan hanya akan dilakukan kalau masalah terjadi atau
kerusakan komponen bagian mesin. sehingga perlu dikaji kembali mengenai sistem
perawatan yang ada.
Metode perawatan pada mesin yang digunakan adalah preventive maintenance dan
corrective maintenance yang bertujuan sama yaitu meningkatkan kinerja mesin dan
menjaga kestabilan sistem serta melibatkan Reliability dan maintenability dalam keadaan
baik selama kegiatan produksi berlangsung. Maka diperlukan penelitian mengenai sejauh
mana kesiapan mesin jika metode tersebut tetap diterapkan dan kebijakan apa saja yang
diambil untuk mempertahankannya. Dengan melakukan pengujian terhadap empat
distribusi data dan mencan parameter r terbesar yang kemudian dilakuan pengujian data
dengan asumsi, langkah kedua melakukan perhitungan reliability berdasarkan nilai MTTE
yg diperoleh
Berdasarkan pengkajian menggunakan simulasi sistem dinamik, faktor-faktor yang
mempengaruhi preventive maintenance dan corrective maintenance, pada umumnya
adalah mengidentifikasikan mesin-mesin kritis yang memiliki frekunsi kerusakan
(Downtime} dan menganalisa kerusakan mesin yang tinggi, melakukan anahisa
kehandalan (Reliability) komponen yang berpengaruh terhadap operasi mesin serta
dapat mengetahui perkiraan frekunsi pemeriksaan komponen mesin sebelum dan
sesudah melakukan tindakan preventive maintenance. Pengolahan data tahap 1
melakukan pengujian terhadap 4 distribusi data, yaitu weibull, norma,I lognormal dan
eksponensial pada data TTE dan TTR, kemudian dicari parameter r yg paling besar,
kemudian dilakukan pengujian distribusi data yang ada sesuai dengan asumsi. Tahap ke
2 melakukan perhitungan reliability (R) berdasarkan nilai MT TF yang telah diperoleh.
hasil
analisis dari simulasi model preventive maintenance yang diambil
pada tahun 2010 sebanyak 1 mesin dan 2 komponen kritis, maka di peroleh Jadwal
preventive maintenance yang optimal berupa penggantian komponen gear box inveler
dapat dilakukan pada tiap 1083.926 jam berdasarkan model keseimbangan dan 29.578
jam berdasarkan model optimasi. Sedangkan komponen brig cutting dapat dilakukan
pada tiap 131.835 jam berdasarkan model keseimbangan dan 528.19 jam berdasarkan
model optimasi. Hasil perhitungan MT TF (Mean
Berdasarkan
to Failure) akan memberikan nilai
reliability untuk komponen gear box inveler dan brig cutting pada kondisi sekarang yang
terjadi di perusahaan adalah sebesar 52.79% menjadi peningkatan sebesar 85% dan
41.29% menjadi peningkatan sebesar 90%. serta Umur design berdasarkan target
reliability perusahaan sebesar 85% adalah 1007.909 jam untuk komponen gear box
inveler sedangkan 7 1707 jam untuk komponen brig cutting sebesar 90%.
Time