Abstract :
Ada dua macam jenis kebutuhan yang di supply oleh pemasok, yaitu
barang atau jasa yang berhubungan langsung dengan produk dan barang
atau jasa yang sifatnya sebagai pendukung· atau penunjang dalam proses
produksi. Kedua kebutuhan tersebut sama pentingnya dalam tercapainya
produk dengan hasil maksimal dan akan bermuara pada efisiensi dan profit
yang didapat oleh perusahaan. Berdasarkan latar belakang masalah, maka
diperlukan adanya suatu perencanaan dalam melakukan seleksi
supplier/pemasok yang nantinya akan menentukan produk akhir, yaitu
bagaimana memilih supplier berdasarkan kriteria user.
Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan metode
AHP (Analytical Hierarchy Process). Data-data yang didapatkan melalui
kuesioner diolah dengan metode tersebut. Untuk menghasilkan skala
prioritas dari kriteria yang sudah ditentukan terlebih dahulu untuk
menentukan supplier. Selain data kualitatif, diperlukan pula data kuantitatif
dengan mengidentifikasi Quality Cost Delivery (QCD) supplier.
Output dari AHP (Analytical Hierarchy Process) yaitu bobot kriteria
quality (0.258), cost /0.179), delivery /0.307), Flexibility (0.079), responsive
/0.144), administration /0.033). Sedangkan sub kriteria pada kriteria delivery
dengan bobot tertinggi adalah barang dikirim tepat waktu (0.594) dan
terendah kesesuaian jumlah barang /0.145). Berdasarkan analisis QCD
persentase kecacatan produk supplier PT. Megasatria dan PT. UPLIN adalah
3.53% dan 4.26%, persentase keterlambatan adalah 16.67% dan 55.56%.
Sedangkan perbandingan harga supplier PT. Megastria /ebih rendah USO
5.00 dibandingkan dengan PT. UPL/N. Skala prioritas tertinggi didapatkan
kriteria delivery dengan bobot 0.307 adalah prioritas utama dalam pemilihan
supplier. Kemudian pada pemilihan supplier berdasarkan bobot tertinggi dan
metode QCD ada/ah PT. Megasatria dengan nilai bobot 0.589 dan tingkat
keterlambatan pengiriman, cacat produk, dan harga yang lebih rendah dari
pesaingnya.