Abstract :
PT COMMOTRADE, Tbk merupakan perusahaan yang bergerak
diabidang manufaktur yang memproduksi perlengkapan rumah tangga,
dimana untuk tetap bertahan pada persaingan yang sangat ketat diantara
incnetri eioni normenhnnn hrs molaknknn nonaendalinn ralita
meningkatkan efektifitas dan meningkatkan efisiensi Permasalahan
perusahaan adalah di bidang kualitas dan efektifitas proses pengisian
filament dimana terjadi variasi waktu proses pengisian yang mempunyal
rentang waktu yang sangat tinggi yang menyebabkan bulu sikat mudah
rontok.
Untuk mengatasi permasa/ahan diatas, dalam penelitian ini
di/akukan pemetaan proses operasi, peta control UCL, diagram fishbone,
penerapan metode Six Sigma untuk menentukan tingkat sigma dan tingkat
apabilitas waktu proses, serta Design of Eksperiment guna menentukan
faktor-faktor dan tingkat perlakuan faktor yang signifikan berpengaruh
terhadap variasi waktu proses.
Langkah awal dalam pemecahan masalah diatas dimulai dengan
menentukan perioritas masalah yang akan diperbaiki dan dilakukan
pengukuran sigma Waktu proses berada pada level sigma 2,25,
menunjukan proses pengisian berada pada rata-rata industri Indonesia.
Nilai batas penerimaan atas waktu pengisian (UCL) sebesar 55, 33 detik,
dengan nilai kapabilitas proses pengisian (C,) 0,38, yang menunjukan
proses pengisian tidak mampu untuk memenuhi spesifikasi target yang
ingin dicapai dengan banyaknya cacat produk sebesar 53 produklhari.
Kemudian dilanjutkan dengan melakukan Design of Eksperiment
dengan menggunakan faktor tinggi meja mesin dan faktor sudut pedal.
Faktor tinggi meja mesin berpengaruh secara signifikan, hal ini terbukti
bahwa nilai effect p--value (0,000) <
koefisien signifikan (0,05). Level sigma
yang dicapai setelah design of eksperimenl (2,92 sigma). Nilai penerimaan
atas untuk waktu proses pengisian (UCL) sebesar 55,03 delik. Nilai Cpm
(0, 41) yang menunjukan proses masih tidak mampu memenuhi spesifikasi
target yang diinginkan. Sigma waktu proses pengisian sebelum perbaikan
menggunakan setting tinggi meja mesin (766 mm) sebesar 2,25 sigma
dengan C%a
<
1,00, sedangkan sigma waktu proses setelah perbaikan
sebesar 2,92 sigma dengan C%
<
1,00. Terjadi peningkatan sebesar 0,67
sigma menunjukan terjadinya peningkatan kemampuan proses dengan
menggunakan setting tinggi meja mesin yang optimal, yaitu (711 mm) dari
lantai produksi berdasarkan tinggi siku operator yang mengurangi cacat
produkhari menjadi 12 produk.