Abstract :
PT XYZ merupakan perusahaan industri di bidang kayu yang memproduksi alat
alat musik. Untuk memenuhi order di konsumen,maka PT.XYZ dalam menjalankan
produksinya memerlukan perencanaan produksi secara effective dan efficient
dengan modal persediaan seminimal mungkin dengan output secara maksimal
dan perputaran persediaan dikelola sedemikian rupa sehingga perputaran modal
dalam produksi secara cepat dan tepat sehingga keuntungan yang
diharapkandapat tercapai secara optimal.
Dalam penelitian ini,data yang diperlukan dan diolah yaitu data-data waktu
proses produksi saat beroprasi,serta wawancara langsung dengan operator
maupun pimpinan produksi terkait yang menguasai teknik maupun teory
pergerakan persediaan dalam proses produksi.Dengan demikian dapat
mengambil waktu proses berjalan secara normal untuk mendapatkan waktu tack
time, cycle time,Ficth time,maupun waiting time.Dari data tersebut bisa dihitung
dan dikembangkan untuk mengukur dan menghitung berapa prosentasi line
balancing proses dan berapa lama waktu proses yang dilakukan ( lead time
)berdasarkan hitungan terhadap persediann danpermintaan produksi,hal ini
digunakan sebagagai acuan perputaran modal dalam produksi.Cicle time
maupun line balancing dihitung dan dituangkan dalam bentuk grafik
batangdengan tujuan mempermudah car abaca dalam menganalisa sehingga
tepat dalam mengambil tindakan yang akan dilakukan maupun penerapannya.
Dalam produksi berjalan lead time yang berjalan adalah 3.75 hari artinya
perputaran produksi dari mulai barang mentah menjadi barang jadi memerlukan
waktu3.75 hari proses untuk siap di delivery dan melihatdari waktu itu masih bisa
dilakukan upaya memperpendek lead time melalui persediaan dalam proses
produksi yang masih cukup tinggi yaitu 25% dari total asset yang ada.Line
balance yang masih rendah ( >90
)menunjukan perlunya perbaikan proses
kerja karena masih sering terjadinya bottle next dalam proses sehingga dapat
%
memperlambat laju lead time yang diperlukan yaitu dibawah 2.5 hari.Penyebab
ini adalah ketidak seimbangan waktu dalam setiap proses,sehingga perlu suatu
terobosan sistem baru yang bisa menggatur pergerakan persediaan secara
minimal dan produksi tidak mengalami hambatan yang secara berarti yaitu
melalui sistem one piece flow.