Abstract :
pT. X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri otomotif.
Hasil produksi yang dihasilkan adalah shock absorber's. khususnya steering
stem shaft tipe KC 5, KCJA, GF 6, yang mengalami banyak kecacatan pada
saat proses produksinya, serta sering mengalami kelolosan pada saat
pemeriksaan sehingga sampai pada konsumen. Hal ini mengakibatkan
delivery clairn.
Metode yang di gunakan untuk pengendalian kualitas produk adalah
peta kendali, untuk mengetahui tingginya tingkat kecacatan pada saat proses
produksi berlangsung,kemudian mencari hubungan yang mempengahui
kecacatan dengan diagram keterkait sebagai dugaan awal cacat pada produk
selanjutnya diambil data-data kueisioner untuk mengetahui kejadian yang
sebenar. Data -data kueisioner tersebut dimasukkan kedalam diagram matrik
untuk diolah mengunakan koefisien korelasi. Untuk mengolah koefisien
kolelasi dibutuhkan dua variable, antara jumlah cacat produk dengan diagram
matrik permasalahan cacat produk.
Pada peta Kendali cacat produk terdihat banwa batas kendali atas untuk
tipe KC 5 sebesar 41,7s 42 pcs,tipe KCJA sebesar 26,44 s 26 pcs,tipe GF 6
pcs sebesar 16,48s 17 pcs. Jika cacat berada diluar garis batas kendali atas
maka dilakukan pemetaan masalah dengan diagram keterkaitan antara
manusia, mesin , metode, material dan lingkungan. untuk dapat dilakukan
rencana perbaikan yang tidak melebar dari permasalah. Kemudian dilakukan
pengambilan data melalui kuisioner yang dimasukan kedalam diagram matrik
untuk melihat faktor-faktor penyebab cacat pada produk yang paling besar
antara manusia, material, metode, mesin,dan lingkungan untuk dilakukan
rencana perbaikan secepatnya, selanjutnya diolah melalui koefisien korelasi
yang variable antara frekuensi cacat produk dengan peyebab cacat produk.
Maka didapat hasil pengolah untuk koefisien korelasi awal KC 5 sebesar
0,89,KC4A sebesar 0,86,GF 6 sebesar 0,9 dan koefisien korelasi perbaikan
KC 5 sebesar 0,7,KCAA sebesar 0,55,GF 6 sebesar 0,27 maka terjadi
penurunan cacat terhadap produk.
Setelah dilakukan penelitian maka hasil pengendalian kualitas produk
steering stem shaft tipe KC 5 sebesar 0,89. KCJA sebesar 0,86,·sedangkan
untuk GF 6 adalah sebesar 0,9. Kemudian setelah melakukan tindakan
perbaikan didapatkan hasil sebagai berikut : KC 5 sebesar 0,7, KC4A
sebesar 0,55 sedangkan GF 6 sebesar 0,27. Penyebab terjadi cacat
beberapa jenis shock absorber pada ketiga type KC 5,KCAA,dan GF 6 ada
beberapa faktor. Diantaranya dilihat berdasarkan faktor manusia,
lingkungan,mesin, metode,dan material