Abstract :
Industri jasa konstruksi mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini
ditandai dengan kebutuhan pasar untuk jasa konstruksi di tanah air yang
cenderung meningkat. Selain itu bidang usaha ini bersifat dinamis, diantaranya
adalah faktor lingkungan yang memicu perubahan jadwal penyelesaian masa
proyek. PT. Tupro Bangun Indonesia (TBI) penyedia jasa konstruksi yang
merupakan badan usaha swasta yang bergerak di bidang konstruksi sipil
khususnya pekerjaan tanah dan lereng. Dalam pengerjaan proyek, PT. TBI
masih menghadapi permasalahan pemborosan yakni, masih terdapat adanya
waste atau nonvalue added activitiy yang mengakibatkan keterlambatan dalam
pemenuhan deadline proyek. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengambil
langkah yang tepat untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi waste agar
keterlambatan pengerjaan proyek dapat dihindari dan memberi kepuasan
kepada customer.
Salah satu metode untuk menurunkan waste adalah Lean Project
Management (LPM). LPM adalah metode sistematis dan integratif yang
diimplementasikan secara berkesinambungan untuk meminimalisir dan
mencegah adanya pemborosan ataupun proses-proses yang tidak bernilai
tambah (non value added) dengan cara perbaikan berkelanjutan (continuous
improvement).
Berdasarkan hasil dari analisis, didapatkan bahwa waste yang dominan
dalam proyek amatan adalah waiting dan overproduction. Hasil penerapan
LPM dalam proyek slope protection ini dapat menurunkan usia proyek aktual
selama 31 hari menjadi 28 hari. Dengan ini pekerjaan menjadi efektif karena
dapat menyelesaikan pekerjaan sebelum batasan waktu 30 hari. Dengan total
biaya proyek aktual Rp. 516.120.000 dan total biaya penurunan waste menjadi
Rp.496.720.000 dengan nilai efisiensi 10%. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa penerapan LPM dapat menurunkan waste pada proyek slope
protection, Kavling AE-6, Kawasan Industri MM2100, Bekasi.