Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Chrespina Angge, Ardelia
Subject
670 Manufacturing/Manufaktur, Pabrik-pabrik
Datestamp
2023-09-08 07:04:24
Abstract :
PT.SUPREME CABLE MANUFACTURING Tbk., atau yang lebih dikenal dengan
PT.SUCACO Tbk merupakan salah satu perusahaan yang menekuni bisnis kabel selama lebih dari 30 tahun dan memiliki beberapa cabang perusahaan. Khususnya mengenai
produk yang diteliti disini adalah produk Enamell Wire khususnya type PEW ( Polyester Enamell Wire) yang diproduksi oleh PT.SUCACO EW Plant Bekasi. Dalam upaya
;
menghadapi era globalisasi serta persaingan antar industri di berbagai bidang maka
perusahaan berorientasi pada peningkatan mutu karena mereka menyadari bahan mutu'
produk merupakan hal yang sangat penting untuk dapat bersaing dengan perusahaan
lainya. Salah satu upaya dalam menunjang kegiatan produksi adalah memperhatikan
kualitas atau mute produk serta menerapkan system pengendalian mutu, akan tetapi hal
tersebut belum bisa sepenuhnya mengatasi masalah yang ada yaitu tingginya jumlah cacat produk. .Jenis - jenis cacat produk yang sering dijaumpai pada Enamell Wire antara
lain kaswat kusut, kawat kasar t Blister ) bintik hitam (Pinhole ). bobbin pecah, dan
gulungan kawat kendor.
Berdasarkan proses pengendalian mutu yang diterapkan di PT. SUCACO EW Plant produk cacat yang ditemukan setelah proses produksi nantinya akan mengalami
proses selanjutnya yaitu menjadi produk scrap ! waste dimana produk tersebut tidak
dapat lagi didaur ulang kembali , dan produk Rework atau produk yang harus
mengalami proses pengerjaan ulang. Untuk memperbaiki serta meningkatkan mutu
produk Enamel! Wre di PT, SUCACO EW Plant diterapkan salah satu metode yaitu
metode Poka Yoke. Dimana metode ini bertujuan untuk mencegah atau menekan tingkakesalahan manusia " Human Error ". Penerapan ini dapat dilaksanakan pada bagian
pemeriksaan sehingga produk yang diperiksa dapat dipastikan 100 % baik dengan
catatan tidak ada lagi produk cacat yang lolos ke proses selanjutnya.
yaitu «degan menggunakan alat -- alat Poka Yoke. Alat yang digunakan adalah Lembar
Pengingat yang berbentuk catatan besar. Scanner atau Alat Pemindai yang berfungsi
untuk v emeriksa produk satu persatu, dan digunakan pula Symbol atau Tanda khusus
berupa Alarm atau Lampu yang dipasang pada masing-masing mesin produksi hal ini
bertujuan untuk memastikan bahwa pada saat proses produksi enamelling yang
dilakukan sesuei dengan Standar Nilai Proses (SNP) yang telah ditentukan.
Berdasarkan hasil pengamatan produk EW khususnya type PEW diketahui factor
yang berkaitan dengan proses produksi antara lain SDM . Material , K@past.as Mesin,
serta Waktu Produksi Jumlah cacat produk terbanyak yaitu berupa Kawat kusut sebesar
009 9 tau 1,014.40 Ng yang disebabkan oleh material hal int berkaitan dengan bahan
baku yang akan digunakan. Mesin yang dikarenakan pada saat proses penggulungan
kawat roll traverse kurang pas sehingga menyebabkan gulugan kawat tidak rata dalam
menyebabkan kawat kusut. Metode serta SDM yang disebabkan kurangnya pengawasan
lebih tentang pengaturan traverse oleh operator. Setelah dilakukan perbaikan dengan
metode Poka Yoke maka persentase kecacatan produk menurun menjadi 0.0.4% atau
504.73 Kg. Oleh sebab itu banyaknya jumlah klaim pelanggan dapat dijadikan sebuah
acuan untuk menerapkan suatu program perbaikan mutu yang bertujuan untuk
memperbaiki system pengendalian mutu yang ada sekaligus untuk mengurangi ataumenghilangkan cacat produk