Abstract :
PT. Pratama Cahaya Mandiri Utama merupakan perusahaan yang
bergerak dibidang produksi pembuatan spare part untuk mesin-mesin
produksi dan fabrikasi diamana pengerjaan produknya dilakukan kalau ada
pesanan (job order). Salah satu produk yang diproduksi adalah Brake Spring
Holder dimana karakteristik kualitas ukuran key width-nya mengalami
masalah kapabilitas proses yang rendah dan akan coba di
erbaiki dengan
menggunakan metode Six Sigma.
p
Six Sigma merupakan suatu visi peningkatan kualitas menuju target
3,4 kegagalan per sejuta kesempatan (DPMO) untuk setiap transaksi produk
barang danlatau jasa. Langkah-langkah sistematis yang digunakan da/am
konsep Six Sigma adalah menggunakan tahapan DMAIC (Define, Measure,
Analyze, Improvement, Control). DMAIC ,adalah proses untuk peningkatan
terus menerus menuju target Six Sigma.
Data yang diperoleh akan digunakan untuk perhitungan, yang meliputi
data hasil pengukuran ukuran key width produk Brake Spring Holder yang
digunakan untuk menghitung nilai DPMO, Level Sigma serta mengetahui
tingkat stabilitas dan kapabilitas proses. Setelah melakukan perhitungan
pada tahap Measure didapat nilai DPMO sebesar 46.085 pcs dengan Sigma
berada di level 3,27-Sigma. Kemudian setelah di analisis pada tahap Analyze diketahui nilai rata-rata berada dalam stabilitas diantara UCL-22,02 mm dan
LCL-21,98 mm dengan kapabilitas proses Cpm-0,69, sumber penyebab
permasalahan yang paling signifikan diketahui adalah tidak sesuainya
parameter mesin yang digunakan untuk proses produksi.
Setelah dilakukan perbaikan pada beberapa factor yaitu Manusia,
Mesin, Materil dan pada faktor Metode dilakukan pengujian Design of
Experiment pada tahap Improvement diketahui berdasarkan diagram pareto
hasil analisis uji DoE bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap
rendahnya kapabilitas proses karakteristik kualitas ukuran key width adalah
interaksi kedua factor (Rpm dan Feeding) sehingga kedua factor tersebut
kemudian di rubah untuk menanggulangi rendahnya tingkat kapabilitas
proses produksi Brake Spring Holder. Hasil pengukuran yang di/akukan
kembali pada tahap Control didapat, setelah dilakukan uji perbaikan nilai
DPMO turun menjadi 10.605 pcs dengan peningkatan level sigma menjadi
3,90-Sigma serta meningkatnya nilai kapabilitas proses Cpm menjadi 0,88
meskipun demikian hasil ini masih jauh dari target Six Sigma sebesar 3,4
DPMO dengan kapabilitas proses 2 2,00. Untuk lebih meningkatkan nilai
Sigma dan Kapabilitas proses, pihak perusahaan sebaiknya melakukan
perbaikan lagi secara terus menerus (kaizen).