Abstract :
Penelitian ini dibuat untuk mengetahui tentang peran Laksamana Kurita dan
Laksamana Ozawa dalam pertempuran Teluk Leyte dan dampaknya bagi
pendudukan Jepang di Asia Tenggara pada perang pasifik. Metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan
deskriptif analisis. Pertempuran Teluk Leyte merupakan pertempuran yang paling
menentukan dalam perang pasifik. Pada pertempuran Teluk Leyte, terjadi
pertempuran antara Angkatan Laut Jepang dipimpin Laksamana Kurita dan
Laksamana Ozawa dengan Amerika yang melakukan pendaratan di Teluk Leyte
pada 20 Oktober 1944. Tujuan dari pertempuran ini adalah untuk memutus jalur
logistik Jepang dengan Hindia Belanda yang kaya akan minyak dan mengalahkan
Jepang. Laksamana Toyoda memerintahkan Laksamana Kurita dan Laksamana
Ozawa untuk menghancurkan armada Amerika. Laksamana Kurita dan Laksamana
Ozawa ditugaskan sebagai penyerang dan pengumpan pada pertempuran Teluk
Leyte. Namun, gagal mempertahankan Leyte dan membuat Jepang kalah dalam
pertempuran. Setelahnya, Jepang kehilangan Armada Angkatan Lautnya. Gagalnya
peran kedua laksamana tersebut dalam pertempuran tersebut juga menyebabkan
putusnya jalur pasokan minyak Jepang dengan Hindia Belanda. Hilangnya armada
dan putusnya Jalur pasokan tentu saja memberikan dampak bagi pendudukan
Jepang di Asia Tenggara dampak yang didapatkan Jepang adalah terjadinya
kelemahan militer di wilayah Asia Tenggara, mendapatkan Tekanan Pasukan
Sekutu, pasukan Jepang yang berada di wikayah Asia Tenggara terisolasi dan
terjadinya pemberontakan.