DETAIL DOCUMENT
PERAN LAKSAMANA KURITA DAN LAKSAMANA OZAWA DALAM PERTEMPURAN TELUK LEYTE DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENDUDUKAN JEPANG DI ASIA TENGGARA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Gilang Angga, Dewa
Subject
952 History of Japan/Sejarah Jepang 
Datestamp
2024-06-15 03:59:57 
Abstract :
Penelitian ini dibuat untuk mengetahui tentang peran Laksamana Kurita dan Laksamana Ozawa dalam pertempuran Teluk Leyte dan dampaknya bagi pendudukan Jepang di Asia Tenggara pada perang pasifik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Pertempuran Teluk Leyte merupakan pertempuran yang paling menentukan dalam perang pasifik. Pada pertempuran Teluk Leyte, terjadi pertempuran antara Angkatan Laut Jepang dipimpin Laksamana Kurita dan Laksamana Ozawa dengan Amerika yang melakukan pendaratan di Teluk Leyte pada 20 Oktober 1944. Tujuan dari pertempuran ini adalah untuk memutus jalur logistik Jepang dengan Hindia Belanda yang kaya akan minyak dan mengalahkan Jepang. Laksamana Toyoda memerintahkan Laksamana Kurita dan Laksamana Ozawa untuk menghancurkan armada Amerika. Laksamana Kurita dan Laksamana Ozawa ditugaskan sebagai penyerang dan pengumpan pada pertempuran Teluk Leyte. Namun, gagal mempertahankan Leyte dan membuat Jepang kalah dalam pertempuran. Setelahnya, Jepang kehilangan Armada Angkatan Lautnya. Gagalnya peran kedua laksamana tersebut dalam pertempuran tersebut juga menyebabkan putusnya jalur pasokan minyak Jepang dengan Hindia Belanda. Hilangnya armada dan putusnya Jalur pasokan tentu saja memberikan dampak bagi pendudukan Jepang di Asia Tenggara dampak yang didapatkan Jepang adalah terjadinya kelemahan militer di wilayah Asia Tenggara, mendapatkan Tekanan Pasukan Sekutu, pasukan Jepang yang berada di wikayah Asia Tenggara terisolasi dan terjadinya pemberontakan. 
Institution Info

Universitas Darma Persada