Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan budaya malu di
Jepang, faktor pengaruh tepat waktu dan korelasi budaya malu dengan tepat waktu
di Jepang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yang bersifat
deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Penulis
menganalisis data yang didapat dengan membaca buku, jurnal, tesis, artikel yang
berkaitan dengan skripsi. Hasil dari penelitian ini adalah budaya malu dan
kebiasaan tepat waktu saling berhubungan dan memperkuat satu sama lain dalam
masyarakat Jepang. Kesadaran akan rasa malu yang dihasilkan dari ketidaktepatan
waktu mendorong individu untuk berusaha tepat waktu. Sebaliknya kebiasaan tepat
waktu juga meminimalkan kemungkinan menimbulkan rasa malu atau
ketidaknyamanan pada orang lain.