Abstract :
Penelitian ini membahas tentang dampak restorasi Meiji terhadap agama Buddha
berdasarkan kebijakan?kebijakan pemerintah Meiji yang sangat berdampak
terhadap agama Buddha dan pengikut ajaran agama Buddha. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui seperti apa kebijakan pemerintah Meiji dan bagaimana
langkah?langkah para biksu dan tokoh Buddha untuk mengangkat kembali ajaran
Buddha. Penelitian ini menggunakan teori sejarah, agama dan perubahan sosial.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berdasarkan analisis
deskriptif dengan mengumpulkan data berupa studi kepustakaan. Hasil penelitian
ini menemukan bahwa kebijakan?kebijakan pemerintah Meiji, yaitu pencabutan
larangan agama Kristen dan memisahkan agama Buddha dengan kepercayaan
Shinto, sehingga terbentuklah gerakan anti?Buddha. Gerakan ini menyebabkan
kerusakan besar-besaran yang terjadi di seluruh Jepang, seperti menghancurkan
peralatan ritual, kuil Buddha dan patung?patung Buddha, serta pembakaran sutra,
dan peleburan lonceng kuil Buddha menjadi perunggu. Gerakan ini bertujuan untuk
menghapus ajaran Shakyamuni atau ajaran Shiddharta Gautama atau yang lebih
dikenal sebagai ajaran agama Buddha. Para biksu dan tokoh agama Buddha sangat
menyadari dengan kejadian?kejadian tersebut sehingga melakukan modernisasi
agama Buddha, sehingga agama Buddha dapat diterima kembali oleh masyarakat
Jepang dengan mengikuti misionaris Kristen, seperti mendirikan sekolah yang lebih
modern, melakukan kampanye anti alkohol, dan ikut serta dalam perang.