Abstract :
Penelitian ini membahas tentang analisis dampak Womenomics terhadap kesetaraan
gender perempuan Jepang sesudah Masa Pemerintahan Perdana Menteri Shinzo
Abe (2020-2022). Womenomics istilah yang dicetuskan oleh Kathy Matsui pada
tahun 1999, di mana Womenomics tersebut merupakan gabungan kata antara
?Women? and ?Economics?. Hal ini didasarkan pada gagasan bahwa kemajuan
ekonomi perempuan akan meningkatkan perekonomian secara keseluruhan
termasuk dengan Womenomics yang ada di Jepang. Womenomics memiliki dampak
terhadap perekonomian Jepang. Womenomics merupakan istilah yang diadopsi oleh
Perdana Menteri Shinzo Abe pada tahun 2012. Masyarakat mengenal istilah
Womenomics sebagai Abenomics. Womenomics diciptakan untuk kesetaraan gender
dan meningkatkan proporsi tenaga kerja terhadap perempuan di Jepang. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui dampak sesudah Masa Pemerintahan Shinzo Abe.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang bersifat kualitatif yang
berdasarkan analisis deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu metode
kepustakaan yang mencakup jurnal, buku, artikel serta skripsi sebelumnya. Hasil
dari penelitian ini menunjukkan bahwa dampak dari Womenomics sesudah Masa
Pemerintahan Shinzo Abe adalah munculnya norma dan gagasan gender yang ada
di Jepang, peran perempuan dalam masyarakat Jepang, pengunduran dan
pergantian Perdana Menteri Shinzo Abe pada tahun 2020 serta status dan isu
mengenai politik perempuan di Jepang pada tahun 2022.