Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Ahmad, Faruk
Subject
658.401 Planning and Strategic Management/Manajemen Perencanaan dan Manajemen Strategi
Datestamp
2023-09-18 07:41:28
Abstract :
PT Arkon Prima Indonesia adalah perusahaan industri konstruksi besi baja yang
telah berdiri pada 3 Oktober 1972 di Jakarta. Seiring dengan itu, semakin tua
pula umur dari mesin-mesin yang berarti semakin perlu diperhatikan tentang
masalah perawatan dari mesin-mesin tersebut. Karena telah lama berdiri ada
kalanya hal-hal tertentu seperti manajemen perawatan mesin masih tetap
mengikuti sistem lama, sehingga perlu dikaji kembali mengenai sistem perawatan
yang ada untuk mempertahankan kondisi mesin-mesin atau bila memungkinkan
semakin meningkatnya kinerja mesin, dan menentukan kebijakan yang akan
diambil untuk mencapai tujuan tersebut
Metode perawatan pada mesin yang digunakan adalah preventive maintenance
dan corrective maintenance yang bertujuan sama yaitu meningkatkan kinerja
mesin dan menjaga kestabilan sistem dalam keadaan baik selama kegiatan
produksi berlangsung. Maka diperlukan penelitian mengenai sejauh mana
kesiapan mesin jika metode tersebut tetap diterapkan dan kebijakan apa saja
yang diambil untuk mempertahankannya.
Berdasarkan pengkajian menggunakan simulasi sistem dinamik, faktor-faktor
yang mempengaruhi preventive maintenance dan corrective maintenance pada
umumnya adalah Faktor beban, Pelaksanaan cycle time, Kemunduran sistem,
Rata-rata kemungkinan kecacatan per subsistem dan Maksimal tersedianya Man
hours untuk Corrective Maintenance, selanjutya faktor-faktor ini digambarkan
dalam bentuk causal loop 'diagram (CLD). Pembuatan CLD dikembangkan
dalam bentuk model yang kemudian disimulasikan dengan software Powersim.
Simulasi tersebut akan menghasilkan jumlah preventive maintenance yang
terselesaikan dan perawatan corrective yang dibutuhkan hingga tahun 2010. Berdasarkan hasil analisis dari simulasi model preventive maintenance yang
terselesaikan pada I April 2009 sebanyak 2 mesin, I Juli 2009 sebanyak 4 mesin,
I Oktober sebanyak mesin dan pada I Januari 2010 mencapai 6 mesin itu
menandakan bahwa kesiapan pada mesin meningkat. Maka metode ini dapat
dipertahankan dalam kondisi nilai faktor-faktor yang mempengaruhi stabil
hingga I tahun kedepan. Analisis lain pada simulasi model corrective
maintenance menunjukan pemurunan pada maintenance corrective yang ditunda
pada oktober 2009 sehingga terjadi penurunan pada kegagalan non-kritis
subsitem dan kegagalan kritis subsistem. Sehingga jam keja/man-hours yang
tersedia perlu dimaksimalkan, untuk meminimalisir terjadinya kegagalan dan
kecacatan pada sistem.