Abstract :
PT. X merupakan pabrik otomotif yang memproduksi komponen engine,
chassis, body mobil bermerk Suzuki. Dan bagian dari komponen engine mobil
adalah Cylinder Block Tipe Y9J untuk Suzuki Futura 1.5.Dan dari 30
hari kerja selama bulan April-Mei 2006 hasil pengukuran sample Cylinder
Block Tipe Y9J untuk Suzuki Futura 1.5 dari 127 spesifikasi pengukuran.
Permasalahan yang menonjol ada pada spesifikasi pengukuran Tinggi Center
Pin Joint Transmission (Front) yang melebihi standar 349 ± 0,2 mm.
Dalam menghasilkan komponen atau produk Cylinder Block Tipe Y9J
untuk Suzuki Futura 1.5 dibutuhkan waktu yang lama, dikarenakan
pengerjaan pengecoran alumunium dan proses machining yang cukup rumit
dan komplek, maka aspek kualitas yang menjadi parameter kualitas produk
sangat dibutuhkan. Peningkatan kualitas yang dilakukan PT. Indomobil
Suzuki International adalah dengan menerapkan program Six Sigma dengan
menggunakan metode DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control).
Dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah pemecahan dalam
metode DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control). Pada tahap
Define, pemilihan proyek Six Sigma berdasarkan pada tipe Y9J dengan
persentase cacat 61.36%, Part Name Cylinder Block dengan persentase
cacat 25.81%, dan kecacatan pada spesifikasi tinggi Center Pin Joint
Transmission (Front). Pada tahap Measure diperoleh 3 jenis cacat yang
dominan, Cp = 1,34 dapat dikatakan kapabilitas proses capable dan level
Sigma 4,00 dengan DPMO 6.210. Pada tahap Analyze, untuk mengetahui
penyebab cacat digunakan diagram fishbone. Pada tahap Improve, Metode
5W-1H yang menghasilkan perbaikan terhadap cara kerja operator dan
pemeriksaan material secara ketat. Tahap Control, dilakukan implementasi
yang menghasilkan Cp = 1,57, level sigma 4,70 dan DPMO = 687.
Dari hasil yang terlihat diketahui pada Cylinder Block pada
karakteristik tinggi Center Pin Joint Transmission (Front) tipe Y9J Suzuki
Futura 1.5 dalam perbandingan sebelum dan sesudah implementasi pada
kapabilitas proses (Cp) terjadi peningkatan 0,23 kemudian DPMO
menunjukan penurunan sebesar 5.523 dalam arti perbandingan level Sigma
sebesar 0,7 dapat dikatakan bahwa adanya peningkatan akan tetapi pihak
perusahaan perlu ditingkatkan lagi secara maksimal untuk mencapai pada
level Sigma dimasa yang akan datang.