Abstract :
Perkembangan perekonomian saat ini menunjukkan tingkat persaingan yang semakin
ketat. Hal ini memberikan suatu kondisi yang mengakibatkan setiap perusahaan baik
itu industri manufaktur ataupun jasa harus memperhatikan perkembangan ini. Situasi
ini juga secara langsung membuat setiap perusahaan berusaha untuk mempertahankan
posisinya dalam persaingan yang semakin ketat ini.
Salah satu perhatian yang harus dicermati adalah mengenai keberadaan produk yang
dihasilkan, harus mampu bersaing secara baik dengan produk-produk lain yang ada
dalam persaingan.Untuk mampu bersaing maka produk tersebut harus memilki suatu
tingkat mutu yang baik baik itu secara fisik, pelayanan terhadap konsumen, serta
segala sumberdaya yang mendukung kualitas produk tersebut.
Banyak orang berpendapat bahwa penerapan pengendalian mutu terdiri atas
penjabaran kebijakan perusahaan dari atas ke bawah dan prakasa perbaikan kualitas
dari bawah ke atas, adalah suatu usaha untuk meningkatkan mutu dari perusahaan itu
sendiri. Pandangan ini berakibat pada kepentingan untuk melakukan pengukuran dan
penelitian terhadap dampak hasil yang diperoleh dari penerapan manajemen mutu.
Dari penelitian penulis, tujuan menentukan rancangan sampling penerimaan untuk
me minimasi biaya pemeriksaan ini menggunakan beberapa metode yang mendukung
untuk mencapai tujuan yang dimaksud. Metode yang digunakan adalah dengan
mencoba menerapkan sampling penerimaan atribut berdasarkan metode AQL
(Acceptance Quality Level ) dan Dodge- Romig dengan penarikan sampel Tunggal
dan Rangkap Dua.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa rancangan sampling penerimaan yang mampu
meminimumkan biaya pemriksaan suatu pemeriksaan lot adalah rancangan Sampling
Penerimaan Rangkap Dua berdasarkan Metode AQL, dengan meminimumkan biaya rata-rata pemeriksaan sebesar 32.68 % dari biaya sebelumnya. Serta menurunkan juga total biaya pemeriksaan dari biaya sebelumnya sebesar 32.58 %