Abstract :
PT X adalah perusahaan yang bergerak dibidang produksi mi
Bedak diproduksi secara kontinu meningat konsumen yang berminat untuk
menggunakan bedak tersebut semakin meningkat. Dalam proses produksi
bedak digunakan
daam proses produksi bedak tersebut mengambil sistem dengan cara FIFO
(First In First Out) dimana produk yang lebih dahulu masuk akan diselaikan
pertama kali sesuai dengan urutannya.pada sistem antrian yang telah
diterapkan saat ini dilakukan simulasi dengan menggunakan Arena 10.0
dimana hasil
lakukan secara berurutan, artinya sistem antrian yang di
simulasi akan diolah kemudian akan menghasil
kan alternatif
altematif yang dapat mengatasi permasalah antrian yang terjadi pada proses
produksi bedak.
Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah untuk melihat dimana antrian
sebenarnya terjadi. Hasil perhitungan menyimpulkan bahwa antrian terjadi
pada stasiun pemeriksaan Talcum, pemeriksaan lrg dan mesin Inkjet Printer.
Pada kondisi awal, rata-rata antrian terjadi pada pemeriksaan Talcum
sebanyak 3 unit dengan waktu rata-rata 1.4 menit, lrg 12 unit dengan waktu
rata-rata 4.2 menit dan mesin
Inkjet Printer sebanyak 4 unit dengan waktu
rata-rata 4.2 menit. Dengan simulasi yang telah dilakukan maka dapat terlihat
pada stasiun kerja tersebut terjadi antrian dalam proses produksinya.
Setelah dilakukan penelitian ditemukan 3 altematif untuk menyelesaikan
antrian pada proses produksi bedak. Adapun altematif yang dipilih untuk
menyelesaikan masalah antrian adalah dengan menurunkan waktu
pengerjaan pada stasiun pemeriksaan Talcum dari BETA (1.78, 1.42)
menjadi BETA (1.1, 1), lrg dari TR/A (4.5 10, 14.5) menjadi TRIA (3, 7, 11),
Sod bicar dari BETA (1.62, 1.17) menjadi BETA (1.52, 1.07) dan Mesin
Mixing Filling dari BETA (1.74, 1.11) menjadi BETA (1.65, 1.05) pada uji sensitivitas yang di
akukan. Alternatif tersebut dipilih karena dengan
menurunkan waktu pengerjaan pada stasiun-stasiun kerja tersebut terbukti
dapat menghilangkan jumlah antrian yang terjadi pada proses produksi
bedak.