Abstract :
PT. Sigmabina Elektrika merupakan perusahaan yang memproduksi alat
- alat listrik diantaranya kilo Watt hour - meter ( kWh -- Meter ). Dalam
mengendalikan sistem mutunya perusahaan ini behum memanfaatkan sistem
manajemen mutu ISO 9001: 2000, sehingga masih sering ditemukan dokumen
mutu dan catatan mutu yang belum maksimal terpelihara dan terkendali,
disamping masalah - masalah lain yang ada. Untuk itu penulis mengusulkan
penerapam system manajemen mutu ISO 9001: 2000, dengan penerapan klausul
7.5.3. Identifikasi dan kemampuan telusur (traceability ) sebagai klausul yang
akan dijadikan materi penelitian.
Setelah melakukan pengumpulan dan pengolahan data, maka
didapatkan suatu sistem mutu yang didasarkan pada alur kerja yang
ditentukan sebelumnya. Sistem mutu tersebut adalah terdiri dari pedoman mutu,
prosedur, instruksi kerja dan dokumen -- dokumen penunjang yang dibutuhkan
guna pelaksanaan klausul tersebut.
Dari analisa yang didapat pada perbandingan sebelum dan perkiraan
bila sistem manajemen mutu ini diterapkan, akan menghasilkan lebih
terkendalinya suatu proses produksi terutama yang berkaitan dengan penerapan
klausul 7.5.3. identifikasi dan kemampuan
telusur (traceability ) dan
terpeliharanya dokumen mutu dan catatan mutu yang ada. Pengendalian dan
perawatan tersebut didapat karena dalam sistem manajemen mutu ISO 9001:
2000 organisasi menggunakan standar baku mutu dan standar baku kerja
sebagai pedoman didalam melakukan kegiatan produksinya. Standar - standar
tersebut dituangkan dalam bentuk sistem mutu yang disediakan dan telah
disesuaikan dengan yang disyaratkan dalam klausul -- klausul ISO 9001: 2000.
Sebagai usulan penerapan suatu sistem manajemen mutu, hasil yang
diperoleh akan lebih terasakan manfaatnya bila didalam penerapannya lebih
melibatkan seluruh pelaku yang terlibat dengan terlebih dahulu melakukan
pelatihan - pelatihan dalam kaitan dengan sistem ini, disamping konsistensi atas
komitmen yang dibuat dalam sistem nutu dengan selalu melakukan audit
internal secara berkala.