Abstract :
Sumber daya manusia merupakan unsur yang paling penting dalam proses
manajemen dan produksi. Para ahli telah merumuskan bahwa manusia harus
menjadi orientasi (titik sentral) dari berbagai macam proses manajemen dan
produksi, karena sifat dan bawaan manusia yang cepat beradaptasi dengan
lingkungan walaupun memiliki keterbatasan dan kompleksitas. Oleh karena itu
perlu dilakukan analisa dan perancangan sistem kerja yang berorientasi dengan
kemampuan dan keterbatasan manusia untuk menghasilkan output dalam tingkat
produktivitas maksimal dengan mengefisiensi dan mengefektivitaskan kerja.
Penggunaan metode ergonomi dengan pendekatan aspek fisiologis dilakukan
untuk menganalisa pemakaian energi kerja yang tidak normal pada pekerjaan
pengepakan Stearic acid. Penelitian pendahuluan dilakukan dengan metode work
sampling dan pengajuan questioner untuk mengetahui tingkat non produktif dari
tiap silo, dan beberapa faktor yang terjadi myebabkan pekerjaan non produktif.
Dari hasil penelitian didapat tingkat non produktif terdapat pada silo 3 yaitu 67
% dengan kelelahan
sebesar 81 %. Data questioner menghasilkan 52 %
kelelahan di pinggang (st. kerja 5) dan 47 % kelelahan di tangan (st. kerja 2 &
4). Berdasarkan penelitian pendahuluan ini maka penelitian lanjutan dilakukan
terhadap stasiun kerja 2,4 dan 5 yaitu pengukuran energi kerja dengan metode
denyut jantung
kelelahan, penulis melakukan pengukuran dengan 2 variabel tak bebas yaitsebelum (Yr) dan sesudah (Y) kerja dan 2 variabel bebas, berat (X,) dan ting() badan. Pengukuran denyut jantung dilakukan terhadap pekerja simultan (1orang), karena tidak memugkinkan melakukamnya ditempat kerja aktual.
Koefisien korelasi dihitung untuk membuktikan adanya keeratan hubungaantara denyut nadi dengan berat dan tinggi badan yang dalam penelitian inmenunjukan korelasi kuat positif. Dengan menggunakan perumusan multiplregression diperoleh persamaan regresi untuk pengukuran denyut jantung.
Persamaan ini dipakai untuk mengetahui perkiraan denyut jantung di tempaaktual dengan memasukkan data aktual berupa 2 variabel bebas. Langkaselanjutnya adalah menentukan nilai konsumsi O, dengan menggunakan grafikonsumsi O dan denyut jantung dari tabel Suma mur. Nilai ini dikalikan dengan
nilai kalorifik 3 yaitu 4.8 kkal menit. Hasil yang diperoleh adalah untuk stasiun
2,4 dan 5 bertururt-tururt 1814 kkal hari, 2096 kkal hari dan 3225 kkalhari.
Setelah diketahui pemakaian energi di 3 stasiun kerja tersebut maka
dibuatlah usulan perancangan yang dibuat secara umum dan khusus. Rancangan
umum adalah berkenaan dengan rancangan metode atau alat bantu pada setiap
stasiun kerja agar membuat kerja lebih ergonomis. Rancangan khusus dilakukan
untuk stasiun kerja 5 karena energi yang dipakai lebih dari batasan yang telah
ditentukan (> 3000 kkalhari). Dan rancangan yang dibuat berupa alat bantu
meja hidrolik serta usulan rancangan waktu kerja yang disesuaikan dengan pemakaian energi kerja.