Abstract :
Penelitian ini merupakan analisis konsep kawaii pada karakter Aerith
Gainsborough dalam game Final Fantasy VII Remake. Game Final Fantasy VII
Remake merupakan game buatan perusahaan Jepang bernama Square Enix yang
menceritakan tentang Cloud, Aerith, Tifa, dan Barret yang bergabung dengan
kelompok pembela kebenaran bernama Avalanche yang berjuang untuk
menghentikan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan yang dilakukan
oleh perusahaan raksasa bernama Shinra Electric Power Company dan
menghadapi seseorang bernama Sepiroth yang ingin menghancurkan dunia
dengan kekuatan misteriusnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami
konsep dan elemen-elemen kawaii apa yang diterapkan pada karakter Aerith
dengan cara menganalisisnya menggunakan metode Manga Matrix. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif Sedangkan
teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi dan studi pustaka.
Dalam penelitian ini, sumber data primernya berasal dari observasi langsung
terhadap karakter Aerith Gainsborough dalam game Final Fantasy VII Remake
dengan memainkan gamenya selama 36 jam. Pengambilan sumber data sekunder
yang digunakan berasal dari artikel-artikel yang dapat ditemukan di situs web,
video-gameplay, foto-foto, serta referensi jurnal penelitian yang terkait dengan
topik penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep kawaii
dapat dianalisis dengan menggunakan teori Manga Matrix, kemudian konsep
kawaii yang diterapkan pada karakter Aerith Gainsborough merupakan konsep
kawaii modern Jepang, yaitu konsep kawaii yang lahir dari perpaduan antara nilai
estetika Barat dan estetetika asli Jepang yang berasal dari nilai-nilai dalam aliran
Buddha bernama Zenshuu.