Abstract :
Tenaga kerja merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan
keberhasilan suatu perusahaan. Agar karyawan mempunyai kemampuan
secara penuh dalam melaksanakan pekerjaan mereka maka perusahaan
wajib menerapkan suatu sistem pelatihan dan pengembangan karyawan,
namun
untuk
menilai program pelatihan,
manajemen
mengevaluasi
kegiatan-kegiatan pelatihan secara sisitematis. Manfaatnya adalah
harus
perusahaan dapat mengetahui sejauh mana program pelatihan karyawan
yang diterapkan dapat membawa hasil yang di inginkan serta mencapai
sasaran.
Untuk itu metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process
(AHP) guna menentukan bobot kriteria-kriteria dalam evaluasi program
pelatihan. Kekuatan AHP tertetak pada struktur hirarinya yang
memungkinkan seseorang memasukkan semua faktor penting, dan
mengaturnya dari atas kebawah mulai dengan yang paling penting
ketingkat yang berisi alternatif untuk dipilih mana yang terbaik.
Langkah pertama dalam menerapkan AHP adalah
membuat hirer!
mengenai kriteria-kriteria untuk mengevaluasi pelatihan dengan menyebarkan kuesioner,
langkah kedua melakukan perbandingan
berpasangan tingkat kepentingan antar kriteria dan sub kriteria untuk menertukan bobotnya,dan langkah terakhir adalah mengujj konsistensi
penilaian tersebut. Dan dari hasi
pembobotan kriteria yang memiliki bobot
terbesar adalah kualinas pengajaran yaitu 35.5% dengan tingkat konsistensi 0.04, kecukupan isi pelatihan 11.9% dengan konsitensi 0.01,
perilaku peserta dan instruktur 32% nilai konsistensinya 0.08,kualitas
pengajaran 11.9% dengan konsistensi 0.02,dan rasio ceramah 10.7%
dengan konsistensi 0.01.
Dari hasil penelitian menyimputkan bahwa tingkat onsistensi dari seluruh
kriteria yang dihasilkan <10% sehingga dar ketentuan tersebut seluruh
kriteria dapat diterima dan bisa digunakan dalam mengevaluasi pelatihan
berdasaran Analytical Hierarchy Process (AHP), guna meningkatkan
sistem pelatihan pada perusahaan agar menghasilkan aryawan yang
memiliki pengetahuan serta keterampi
an yang tinggi sehingga memiliki
kinerja dan moral yang baik dalam perusahaan.