Abstract :
Usaha mikro merupakan bagian integral dari dunia usaha nasional yang
mempunyai kedudukan, potensi dan peranan yang sangat strategis dalam
mewujudkan tujuan pembangunan nasional. Salah satu wujud dalam
mengembangan potensi dan peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
Pemerintah juga membuat program baru yaitu Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat (PNPM) Mandiri. Untuk itu perlu diketahui bagaimana
mengembangkan usaha mikro berbasis PNPM Mandiri dengan AHP. Pene/itian
ini bertujuan untuk menentukan profitabilitas usaha mikro melalui peningkatan
jumlah asset, tenaga kerja, omzet, dan menentukan strategi pengembangan
yang dapat digunakan di kelurahan Jatimulya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ANALYTIC HIERARCHY
PROCESS (ahp) yang akan dio/ah dengan menggunakan perangkat Junak expert
choice. Analisis ini bertujuan untuk menentukan alternatif terbaik yang akan
diprioritaskan dalam upaya pengembangan UMKM konveksi dan las. Metode
AHP dilakukan dengan terlebih dahu/u merancang hierarki keputusan
pengembangan UMKM konveksi dan las di
Kelurahan Jatimulya. Setelah hirarki
keputusan terbentuk, langkah selanjutnya dari metode AHP adalah
membobotkan kriteria-kriteria pada hierarki keputusan menggunakan
perbandingan berpasangan. Untuk melakukan perbandingan berpasangan,
dibuat kuesioner yang disebarkan kepada responden. Hasil pengo/ahan data
kuesioner dengan menggunakan software Expert Choice adalah perbandingan
tingkat kepentingan antar kriteria utama dan antar subkriteria dalam matriks
perbandingan. Pengambilan data dilakukan dengan metoda kuisioner dan
wawancara langsung. Kuisioner dilakukan terhadap 55 responden di kelurahan
Jatimulya.
Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dengan terlebih dahulu
merancang hierarki maka didapatkan bobot masing-masing kriteria utama dan
subkriterianya. Faktor internal menjadi kriteria dengan bobot prioritas terbesar
dengan 0. 581 sedangkan faktor eksternal mempunyai bobot 0.419. Aspek
organisasi memilki bobot terbesar yaitu 0.298. Dengan demikian dapat
disimpulkan strategi pengembangan usaha mikro di
kelurahan Jatimulya khusus
bidang konveksi dan las fokus pada faktor internal (58.1%). Faktor ini sangat
dipengaruhi oleh subkriteria Organisasi (29.8%) dan subkriteria Sumber Daya
Manusia (24.3%). Profitabilitas usaha bidang konveksi dan las setelah
mendapatkan bantuan dari PNPM Mandiri mendapatkan peningkatan berupa
Dari aspek asset pada usaha las mengalami peningkatan dari Rp. 62.757.142,86
kemudian pada tahun 2010 rata-ratanya menjadi Rp. 72.842.857,14 atau an
pada tahun 2011 naik rata-ratanya menjadi Rp. 85.585.714,29. Sedangkan rata
rata asset
usaha konveksi pada tahun 2009 sebesar Rp. 3.442.000,00 sedangka
pada tahun 2010 meningkat rata-ratanya menjadi Rp. 4.795.000,00 dan pada
tahun 2011 rata-ratanya sebesar Rp. 6.340.000,00.