Abstract :
Metode kerja sangatlah berpengaruh untuk keselamatan kerja namun pada
pelaksanaannya, maish banyak operator yang mengeluhkan terhadap metode
kerja yang sudah diterapkan oleh perusahaan. Bagian penimbangan sentral di PT.
X sering dikeluhkan oleh operator khusunya proses penimbangan bahan baku
karena menimbulkan rasa sakit, maka dari itu penellitian unutk menganalisa dan
mencari solusi serta memecahkan masalah kerja pada operator penimbangan
sentral.
Dalam penelitian ini, kuesioner Nordic Body Map digunakan untuk
mengetetahui keluhan yang dirasakan oleh operator penimbangan sentral
kemudian dilakukan perhitungan postur tubuh pengerjaannya menggunakan
metode Rapid Entire Assesment (REBA) dan Rapid Upper Limb Asessment
(RULA) untuk mengetahui nilai resiko yang didapatkan dan menggunakan
antropometri untuk mengukur dimensi tubuh operator kemudain mengambil nilai
percentile untuk digunakan sebagai alat desain bantu.
Berdasarkan kuesioner NBM yang disebarkan pada bagian penimbangan
sentral diperoleh proses penimbangan bahan baku memiliki keluhan rasa sakit
tertinggi sebesar 58%, adapun penilaian postur kerja menggunakan metode
REBA, proses penimbangan bahan baku mendapatkan skor 8 yang termasuk level
resiko tinggi dan perlu segera dilakukan perbaikan. Sedangkan pada metode
RULA mendapatkan skor 6 yang termasuk level resiko sedang dan perlu tindakan
dalam waktu dekat maka dari itu peneliti mengusulkan perancanagan desain alat
bantu untuk mengurangi resiko terjadinya cidera pada proses penimbangan bahan
baku, alat bantu tersebut didesain dengan menggunakan dimensi antropometri
operator dan didapatkan ukuran beberapa persentil maka digunakan untuk
Panjang meja 78 cm, lebar meja 90 cm, tinggi meja 73 cm, untuk kursi tinggi alas
42 cm, lebar kursi 40 cm, setelah dilakukan perancangan alat bantu maka
disimulasikan dan dilakukan perhitungan kembali menggunakan metode REBA
dan RULA maka diperoleh score 3 pada REBA yang artinya level resiko rendah
sedangkan score 3 pada RULA yang artinya level resiko kecil.