Abstract :
PT Krakatau Steel merupakan BUMN yang telah Go publik
bergerak dibidang industri baja, berhadapan dengan kondisi pasar yang
bergejolak dengan tingkat persaingan sempurna. Guna dapat
mempertahanan eksistensi nya di industri baja maka perusahaan harus
dapat mengoptimalkan potensi yang ada. Masalah agregat di pabrik baja
lembaran canai panas ( Hot Roofed Coil)
Perencanaan Agregat (agregat planning) juga dikenal sebagai
Penjadwa/an Agregat adalah Suatu pendekatan yang biasanya dilakukan
olehpara manajer operasi untuk menentukan kuantitas dan waktu produksi
pada jangka menengah (biasanya antara 3 hingga 18 bulan ke depan)
Pada dasarnya tujuan dari perencanaan agregat adalah berusaha untuk
memperoleh suatu pemecahan yang optimal dalam biaya atau
keuntungan pada periode perencanaan Ada Empat Jenis Strategi
Perencanaan Agregat. Chase strategy. Time flexibility strategy Level
strategy Mixed strategy
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menekankan harga
produk lembaran canai panas ( Hot Roofed Coil) akan tetapi yang paling
mendasar dapat disebutkan antara lain: Menekankan pemakain bahan
baku serendah mungkin dan mendapatkan hasil sepanjang mungkin,
mengingat biaya bahan baku merupakan unsur biaya yang paling terbesar
da/am pembuatan lembaran canai panas
( Hot Rooled Coil )
Mempercepat waktu proses Menekankan biaya-biaya overhead pabrik.
Metode peramalan yang paling sesuai dengan kecenderungan data
I kejadian di masa
lalu adalah dengan memilih MSE yang paling kecil
adalah sebagai berikut. Metode Peramalan linier Linier Regresi 2577637
Moving Average 55437141,43 Single Exponsial smoothing 924461829,36
dan perencanaan produksi agregat yang didapatkan dengan metode level
plan 2577637; metode chase plan 9826424505; metode penyelesain
kompromi 5514639757 dalam hal ini perencanaan produksi agregat yang
di dapatkan produksi.