DETAIL DOCUMENT
SISTEM PERAKIT AN CLUTCH COVER DAN ANALISA KESEIMBANGAN LINTASAN DENGAN MET ODE RANKED POSITIONAL WEIGHT DI P.T. X.
Total View This Week0
Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Rudy, Handoyo S.
Subject
658.5 Management of Production/Manajemen Produksi 
Datestamp
2023-10-27 03:56:03 
Abstract :
PT. X. adalah perusahaan yang bergerak dibidang komponen industri otomotif. Produk yang dihasilkan yaitu Kopling (Clutch). Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis kopling, kecuali merk Toyota. Produk kopling yang dihasilkan terdiri dari 3 jenis, yaitu : ? Clutch Cover. (C.C.) ? Clutch Disc. (C.D.) ? Release Lever (R.L.) Saat ini, PT. X. lebih memfokuskan pada produksi jenis C.C. dan C.D., sedangkan untuk jenis R.L saat ini jumlah permintaanya sedang menurun. Perusahaan ini berproduksi sesuai dengan pesanan (Job Order) dan Kebutuhan agen tunggal (After Market). Permasalahan yang dihadapi adalah tidak meratanya pembebanan kerja pada lintasan perakitan Clutch Cover (C.C.) di setiap stasiun kerja. Dengan demikian perusahaan menginginkan kenaikan efisiensi kerja dengan catatan, target produksi tetap tercapai. Pemecahan permasalahan yang diusulkan pada tugas akhir ini adalah, menganalisa keseimbangan lintasan perakitan C.C. dengan metode Ranked Positional Weight, dan mempelajari produk kopling secara deskriptif serta mempelajari pembuatan C.C. scbagai suatu sistem perakitan dari sisi input, proses, output. Seh:ingga dari hasil analisa keseimbangan diatas, didapat suatu perbandingan output potensial keadaan sekarang dan output potensial setelah perbaikan. Metode R.P.W. dipilih sebagai metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah keseimbangan lintasan, karena sesuai dengan kriteria yang dikehendaki yaitu : meningkatkan efisiensi kerja dengan meminimumkan Cycle Time, dimana jumlah stasiun kerja yang diharapkan menjadi lebih optimal dengan mempertimbangkan kondisi yang ad.a di pabrikasi. Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Hegelson dan Birnie. Dari hasil pengolahan data yang d:ilakukan diperoleh hasil sebagai berikut : 1. Sebelum dilakukan perbaikan keseimbangan lintasan terjadi waktu menganggur sebesar 60,9 detik dan efisiensi lintasan sebesar 67,57 % 2. Setelah dilakukan perbaikan keseimbangan lintasan, terdapat peningkatan efisiensi kerja menjadi 90,64 % dan penurunan waktu menganggur menjadi 13,1 detik. 
Institution Info

Universitas Darma Persada