Abstract :
PT.ISI Plant Cakung merupakan salah satu perusahaan swasta nasional yang
PT.ISI Plant Cakung merupakan salah satu perusahaan swasta nasional yang
bergerak dibidang industri otomotif, dengan hasil produk berupa engine motor dan
mobil. Khusus mengenai produk yang diteliti disini adalah produk Cylinder Head
Tipe FD 110 CSDT untuk mesin motor merk Shogun. Dalam usahanya untuk
menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas mereka sadar bahwa mutu dari
produk merupakan hal yang sangat penting untuk dapat bersaing dengan perusahaan
lain yang sejenis.
Dalam upaya untuk meningkatkan mutu produknya, PT. ISI menerapkan
sistem pengendalian mutu, namun tetap saja tidak mengatasi masalah yang ada yaitu
tingginya jumlah produk cacat. Jenis-jenis cacat yang sering terjadi antara lain
bergerak dibidang industri otomotif, dengan hasil produk berupa engine motor dan
mobil. Khusus mengenai produk yang diteliti disini adalah produk Cylinder Head
keropos, retak, gompal, pengecatan tidak rata. Berdasarkan proses pengendalian
mutu yang ada di PT. ISI produk cacat akan mengalami proses selanjutnya yang
dikategorikan ke dalam dua kategori, yaitu produk scrap dan produk rework. Yang
masuk kedalam produk scrap adalah keropos, retak, gompal sedangkan yang masuk
kedalam kategori produk rework atau yang harus mengalami proses pengerjaan
ulang adalah pengecatan tidak rata.
Untuk memperbaiki mutu produk di PT. ISI diusulkan sebuah metode Pok
Yoke. Metode ini bertujuan untuk mencegah atau menekan tingkat kesalahan
manusia
Tipe FD 110 CSDT untuk mesin motor merk Shogun. Dalam usahanya untuk
menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas mereka sadar bahwa mutu dari
produk merupakan hal yang sangat penting untuk dapat bersaing dengan perusahaan
lain yang sejenis.
Dalam upaya untuk meningkatkan mutu produknya, PT. ISI menerapkan
sistem pengendalian mutu, namun tetap saja tidak mengatasi masalah yang ada yaitu
tingginya jumlah produk cacat. Jenis-jenis cacat yang sering terjadi antara lain
keropos, retak, gompal, pengecatan tidak rata. Berdasarkan proses pengendalian
mutu yang ada di PT. ISI produk cacat akan mengalami proses selanjutnya yang
dikategorikan ke dalam dua kategori, yaitu produk scrap dan produk rework. Yang
masuk kedalam produk scrap adalah keropos, retak, gompal sedangkan yang masuk
kedalam kategori produk rework atau yang harus mengalami proses pengerjaan
ulang adalah pengecatan tidak rata.
Untuk memperbaiki mutu produk di PT. ISI diusulkan sebuah metode Pok
Yoke. Metode ini bertujuan untuk mencegah atau menekan tingkat kesalahan
manusia
"human error". Penerapan yang dapat dilakukan adalah pada bagian
"human error". Penerapan yang dapat dilakukan adalah pada bagian
pemeriksaan, sehingga produk yang diperiksa dapat dipastikan 100 % baik dengan
tidak adanya produk cacat yang lolos ke proses selanjutnya. Alat yang di gunakan
adalah Scanner atau alat pemindai untuk memeriksa produk satu persatu. Selain itu
dapat juga digunakan lampu indikator yang di tempatkan pada mesin melting
furnace untuk memastikan bahwa proses peleburan sesuai dengan standar yang telah
ditentukan.
Berdasarkan hasil perhitungan biaya mutu untuk produk Cylinder Head tipe
FD 110 CSDT selama bulan September, diketahui bahwa total biaya mutu yang
dikeluarkan sebesar Rp 3.967.246,8. Dengan perincian berdasarkan elemen-elemen
biaya mutu sebagai berikut, Biaya pencegahan Rp 188.800, Biaya penilaian Rp
437.625 , dan Biaya kegagalan internal sebesar Rp 3.430.831,8. Dari hasil
perhitungan diketahui bahwa elemen biaya mutu dominan adalah biaya kegagalan
internal, hal ini disebabkan oleh tingginya jumlah produk cacat. Berdasarkan hasil
perhitungan ini dapat dijadikan sebuah acuan untuk melakukan sebuah program
perbaikan mutu untuk memperbaiki sistem pengendalian mutu yang ada sekaligus
untuk memperbaiki atau menghilangkan produk cacat dan kesalahan proses.
pemeriksaan, sehingga produk yang diperiksa dapat dipastikan 100 % baik dengan
tidak adanya produk cacat yang lolos ke proses selanjutnya. Alat yang di gunakan
adalah Scanner atau alat pemindai untuk memeriksa produk satu persatu. Selain itu
dapat juga digunakan lampu indikator yang di tempatkan pada mesin melting
furnace untuk memastikan bahwa proses peleburan sesuai dengan standar yang telah
ditentukan.
Berdasarkan hasil perhitungan biaya mutu untuk produk Cylinder Head tipe
FD 110 CSDT selama bulan September, diketahui bahwa total biaya mutu yang
dikeluarkan sebesar Rp 3.967.246,8. Dengan perincian berdasarkan elemen-elemen
biaya mutu sebagai berikut, Biaya pencegahan Rp 188.800, Biaya penilaian Rp
437.625 , dan Biaya kegagalan internal sebesar Rp 3.430.831,8. Dari hasil
perhitungan diketahui bahwa elemen biaya mutu dominan adalah biaya kegagalan
internal, hal ini disebabkan oleh tingginya jumlah produk cacat. Berdasarkan hasil
perhitungan ini dapat dijadikan sebuah acuan untuk melakukan sebuah program
perbaikan mutu untuk memperbai