Abstract :
PT. X merupakan salah satu perusahaan taksi yang sedang
berkembang, jumlah kendaraan taksi mencapai 540 unit taksi. Selama ini
perusahaan dalam menangani masalah pemeliharaan taksi yang ada
hanya dengan Korektive Maintenance yaitu pemeliharaan yang dilakukan
dengan memperbaiki taksi hanya pada saat taksi tersebut rusak. Hal ini
menyebabkan di PT X terjadi banyak taksi yang menganggur dikarenakan
proses perbaikan yang memakan waktu lama dan beratnya jenis
kerusakan yang terjadi. Hal ini tentu sangat merugian bagi perusahaan
sehingga untuk mengatasinya diperukan suatu sistem pemeliharaan yang lebih baik.
Alternatif sistem pemeliharaan yang dapat digunakan untuk
mengatasi masalah-masalah yang ada di PT. X adalah dengan
menerapkan Pemeliharaan Pencegahan (Preventive Maintenance)
dimana pemeliharaan ini dilakukan pada selang waktu yang ditentukan sebelumnya, atau terhadap kriteria lain yang diuraian, dan dimaksudkan
untuk mengurangi beratnya jenis kerusaken yang terjadi.
Dalam Penerapan Preventive Maintenance di PT. X langkah
langkah awal yang diterpuh adalah mengumpulkan data-data yang dibutuhkan untuk penelitian seperti data kerusakan taksi, data biaya perbaikan, layout perusahaan, kondisi bengkel perbaikan dan lain-lain
yang selanjutnya ditentukan waktu preventive maintenance, penentuan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, dan menentukan rancangan
sistem penerapan preventive maintenance.
Hasi-hasil yang telah diperoleh dari usulan penerapan preventivel maintenance adalah sebagai berikut; waktu preventive maintenance 3 bulan, jenis kerusakan yang paling dominan adalah busi rusak/kotor
dengan persentase 9, 88%, sedangkan penyebab terjadinya busi
kotorlrusak adalah kondisi mesin yang tidak baik, metode perawatan yang
salah, kualitas busi tidak memenuhi standar, dan bahan bakar serta
pelumas yang tidak memenuhi standar dan kualitas yang ditentukan.
Untuk sarana dan prasarana yang dibuatlditentukan antara lain; form,
standar kegiatan pemeliharaan, alat-alat pemeliharaan, layout untuk
pemeliharaan, rancangan jadwal pelaksanaan dan struktur organisasi
preventive maintenance. Dalam rancangan sistem penerapan preventive
maintenance, input sebagai awal dari sistem adalah masuknya taksi untuk
dilakukan kegiatan pemeliharaan, taksi akan dilakukan proses
pemeliharaan pada bagian mesin, pengapian, bahan bakar, emisi buang
dan body, untuk output yang ingin dihasilkan adalah kondisi taksi yang
optimal, dan kontrol dilakukan oleh pengemudi dan kepala mekanik.