Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Budi, Santoso
Subject
620.004 6 Engineering Maintenance and Repair/Perawatan dan Pemeliharaan Teknik, Perbaikan dan Reparasi Teknik
Datestamp
2023-10-30 04:49:16
Abstract :
PT.X merupakan salah satu perusahaan penghasil Beton Prategang yang
menjalankan produksinya berdasarkan Job Order. Adapun produk yang dihasilkan
adalah beraneka ragam jenis Beton prategang seperti Pc.Beam, Sistem Slab
Komposite dan Beton Pancang. Dalam memperlancar aktivitas produksinya, mutlak
diperlukan manajemen dan kebijaksanaan perbaikan perawatan mesin-mesin
produksinya. untuk menghindari kerusakan yang sering terjadi dengan tiba-tiba serta
untuk meminimasi ongkos perbaikan serta kerugian perusahaan yang diakibatkan
dengan terganggunya proses produksi mesin. Salah satu kebijaksanaan tersebut
adalah dengan menentukan metode perawatan dan waktu perawatan yang tepat
(optimal) untuk melaksanakan tindakan perawatan pencegahan terhadap kerusakan
mesin-mesin.
Dalam Laporan Tugas Akhir ini membahas mengenai penentuan waktu yang
optimal dengan biaya perawatan yang minimal untuk melakukan perwatan
pencegahan pada mesin Batching Plant dengan menggunakan model perawatan
pencegahan yaitu : 1. Perawatan pencegahan dilaksanakan jika mesin telah
beroperasi selama waktu tertentu 2. Perawatan pencegahan dilaksanakan setiap
Interval waktu tertentu. Kemudian dari kedua model perawatn tersebut akan
diterapkan dengan kiteria bahwa model yang diterapkan menghasilkan ekspektasi
keuntungan terbesar dengan biaya terkecil.
Berdasarkan data-data yang diperlukan untuk memecahkan masalah
persoalan ini yaitu : Data waktu antar kerusakan, ongkos perbaikan, ongkos
perawatan pencegahan serta data-data lain yang berkenaan dengan masalah dengan
masalah diatas., kemudian diolah berdasarkan model perawatan pencegahan yaitu
dengan cara menentukan Interval waktu Kerusakan, Penentuan uji kecukupan Data,
Penentuan waktu perawatan optimal dimana akan didapatkan waktu perawatan
optimal dengan biaya terendah. Dari hasil pengolahan Data didapatkan bahwa
kerusakn mesin Batching Plant I dan 2 mengikuti pola DistribusiEksponensial
negatif dengan hasii rata-rata kerusakan mesin (I/) yaitu 10 hari (mesin i) dan 10
hari (mesin 2). Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan model
perawatan pencegahan diperoleh hasil pelaksanaan perawatan pada mesin I
dilakukan setiap 18 hari dan mesin 2 setiap 18 hari dengan Ekspektasi ke:untungan
perawatan (PT) untuk mesin I sebesar Rp 43. 593.653,69. Dan untuk mesin 2
sebesar Rp 43.493.635,69. Penghematan yang diperoleh dari perawatan pencegahan
kedua mesin adalah sebesar Rp 202.011,22/hari atau 10 %/hari Sedangkan untuk
penghematan pertahun sebesar Rp 60.603.366. Kemudian untuk pelaksanaan TPM, 5
S' diperoleh melalui partisipasi semua pihak dari manajemen puncak sampai personil
pada level paling bawah.