Abstract :
L
aporan tugas akhir ini membahas mengenai perencanaan produksi
agregat dan pengaruh yang ditimbulkannya terhadap pengadaan modal
kerja perusaaan, dalam hal
ini PT Gupala yang bergerak di bidang
pembuatan genteng keramik.
Hasil produksi genteng PT Gupala terdiri dari berbagai type yang memiliki
spesifikasi berbeda, juga waktu pengerjaan dan tentu saja biaya produksi yang
berbeda pula. Karena demikian halnya. pembuatan rencana produksi secara
keseluruhan amat dibutuhkan sebagai
landasan bagi pembuatan rencana
rencana bisnis, produk dan penjualan serta finansial dan juga untuk pembuatan
rencana produksi lanjutan. Hal ini dicapai dengan pembuatan rencana produksi
agregat yang baik.
Langkah-langkah yang diambil adalah membuat agregasi dari data jumlah
permintaan di masa lalu, kemudian dari data ini dibuatkan peramalannya untuk
periode mendatang. Setelah itu dibuat rencana agregat dengan menggunakan 3
metode yang dipilih untuk diperbandingkan hasilnya, yaitu: chase plan, level plan
dan penyelesaian kompromi (compromise solution). Dari ke-3 metode ini terlihat
metode perencanaan chase plan ada\ah yang membutuhkan biaya persediaan
terendah I sehingga metode inilah yang dipilih untuk diterapkan.
Setelah didapat rencana agregat yang akan diterapkan, kemudian dibuat
seperangkat laporan finansial yang bersifat perkiraan terhadap kondisi keuangan
perusahaan dengan beberapa set perkiraan komposisi penjualan. Laporan
finansial ini terdiri dari anggaran kas, laporan rugi laba proforma dan neraca pro
forma, sehingga dapat dilihat pengaruh dari penerapan rencana produksi
tersebut terhadap modal kerja perusahaan secara keseluruhan da dibuatkan
analisanya. Dari sini terlihat rencana tersebut secara ekonomis layak untuk
diterapkan, dalam artian membawa pengaruh positif bagi kondisi modal kerja
perusahaan.
Kesimpulan dan saran untuk perusahaan bagi penerapan hasil dari tugas
akhir ini dapat dilihat pada bab VI.