DETAIL DOCUMENT
ANALISIS KESEIMBANGAN LINTASAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN MET ODE RANGKED POSITIONAL WEIGHT DI PT. ASANO GEAR INDONESIA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Sudirno, Sudirno
Subject
658.5 Management of Production/Manajemen Produksi 
Datestamp
2023-10-31 07:10:59 
Abstract :
PT.Asano Gear Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Automotif Under Body dengan nama produknya Differential Carrier Assy, yang melayani permintaan ATPM dalam hal ini adalah Daihatsu. Adapun permasalahan yang terjadi pada perusahaan PT.Asano Gear Indonesia adalah adanya bottleneck di stasiun kerja III sehingga mengakibatkan tingginya waktu menganggur di stasiun tertentu karena adanya proses kerja yang lam~at atau tidak seimbang dalam pembagian tugas kerja perstasiun. Dan juga tingginya keseimbangan waktu senggang serta rendahnya efisiensi lintasan. Maka dari itu dilakukan Analisis Keseimbangan Lintasan Produksi dengan menggunakan metode Ranked Positional Weight untuk Lintasan Assembling. Metode yang digunakan adalah mengambil data waktu proses tiap elemen proses, kemudian mengelompokan data waktu proses menjadi beberapa subgroup, kemudian menentukan jumlah sampel dengan tingkat ketelitian 5% dan tingkat kepercayaan 95%, kemudian menghitung waktu baku, dan merencanakan perbaikan lintasan produksi dengan menggunakan metode Ranked Positional Weight. Metode penyeimbangan lintasan produksi yang digunakan yakni metode Hagelson - birnie atau Rangked Positional Wheight (RPW), dari hasil data yang diperoleh dengan metode tersebut menunjukan peningkatan efisiensi produksi yaitu pada kondisi awal efisiensi lintasan sebesar 61,47 % dan setelah adanya penyeimbangan lintasan produksi dengan metode RPW maka efisiensi naik menjadi 93,93% atou naik sebesar 32,46 %. Adapun peningkatan efisiensi lintasan produksi Differential Carrier disebabkan antara lain oleh adanya pengurangan beberapa stasiun kerja, yang mana pada kondisi awal stasiun kerja yang ada berjumlah 7 stasiun kerja dan pada kondisi usulan jumlah stasiun kerja menjadi stasiun, waktu mengangur yang semula 227,12 detik menjadi 23,4 detik. Ini berarti ada penurunan waktu mengangur sebesar 203,72 detik. Keseimbangan waktu senggang yang semula 38,52 % menjadi 6,06% ini berarti adapenurunan sebesar 32,46%. Hasil keseimbangan lintasan produksi akan memerlukan penyatuan lokasi, perbaikan metode kerja dan peletakan mesin (zig) dengan operator yang sebaik mungkin memudahkan operator dalam bekerja yang pada akhirnya tercapai keseimbangan lintasan produksi. 
Institution Info

Universitas Darma Persada