Abstract :
Pabrik Karuug Plastik yang berlokasi di Jl.Dawuan Cikampek
m1erupakan salah satn dari sekian perusahaan manufaktur di tanah
ai yang bergerak dalam pembuatan kantong kemasen pupuk urea.
Untuk menjaga eksistensi dan kelangsungan hidup perusahaan di
tengah krisis ekonomi dewasa ini, perusahaan perlu melakukan
usah-usaha yang dapat mendorong perkembangen perusahaan.
Salah satu upaya yang dapat dilakuken ialah melakukan efisiensi
sistem produksi dengan cara optimalisasi jumlah operator. Model
analitis yang diusulkan yaitu dengen pendekatan teori ANTRIAN.
Mansia merupaken sumber daya yang paling penting dalam usaha
organisasi mencapai keberhasilan. Sumber Daya Manusia dalam hal
ini operator merupakan salah satu unsur input yang bersama dengan
unsur laimnya seperti bahan, modal, mesin, dan teknologi diubah
melalui proses menjadi output berupa karung plastik. Kelancaran
kegiatan produksi dalam suatu sistem produksi akan tergantung pade
tersedianya operator yang memadai yang berfungsi sebagai pengawas
sekaligus operasional produksi dalam melayani terhentinya mesin
yang datang secara acak, Terhentinya mesin pada lini I, II dan III
dengan tiap lini terdapat 6 mesin tenun, terjadi karena proses
penenunan nntera bonang lusi den benang paken yang tidak
sempurna, dimana kebutuhan akan suatu pelayanan untuk melayani
terhentinya mesin melebihi suatu kapasitas yang tersedia untuk
melakukan pelaynan tersebut yaitu hanya terdapat 2 operator pada
tiap lininya, sehingga terjadilah antrian.
Pokok masalah yang dihbadapi oleh perusahaan adalah ; Menentukan
jumlah kebutuhan operator optimal yang didasarkan pada total biaya
tcrkecil. Penelitian yang dilakukan pada Pabrik Karung Plastik Unit
Tenun PT.X ini adalah mengetahui dan menganalisis kondisi yang ada
pada perusahaan, berkaitan dengan antrian yang terjadi dengan
memberiken usulen model penentuan jumlah kebutuhen operator
yang lebih optimum dengan harapan biaya yang mungkin ditimbulkan
dari model usulan ini dapat ditekan seminimal mungkin.
Dari hasil pengolahan dan analisa data terbukti model yang diusulkan
dapat menekan biaya secara keseluruhan. Pada lini I kondisi yang ada
sekarang sudah optimal dengan hanya 2 operator, pada lini II terjadi
penurunan sebeser 4,36 % dengan 3 operator, dan pada lini III terjadi
penurunan sebesar 16,67 % dengan operator.