Abstract :
PT. Indonesian Acids Industry merupakan perusahaan komersil
pertama diindonesia yang memproduksi Asam Su/fat, Aluminium Sulfat,
Sulfur curah,Sulfur cair dan oleum. Penelitian ini bertujuan untuk melihat
kwalitas personality karyawan dalam menghadapi persaingan pasar
diindonesia dalam ha/ produksi kimia dasar. Masalah yang dihadapi oleh
PT.Indonesian Acids Industry adalah terdapat banyak karyawan yang
memiliki NPK (Nilai Prestasi Kerja) <
B. Berdasarkan data total karyawan
aktif ditiap divisi terdapat 47.319% karyawan dengan NPK <
B dan 15.142%
diantaranya masih berkwalitas rendah yang terdiri dari Divisi PAL, PAS,
Logistik, tetapi belum diketahui dengan pasti faktor dominan apa yang
mempengaruhi kwalitas karyawan tersebut.
Dalam penelitian ini penulis mengembangkan teori dari Paul G.
Stoltz,
PhD tentang Adversity Quotient dan Stephen R. Covey tentang kebiasaan
kemandirian dalam Self Leadership. Variabel yang yang diteliti dari Adversity
Quotient terdiri dari 4 dimensi yaitu, control, origin & ownership, reach dan
endurance. Sedangkan Vaiabel dari Self Leadership terdiri dari 5 dimensi
yaitu proaktif, visi, misi, identifikasi peran diri dan manajemen waktu.
Pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data,
editing, scoring, kategorisasi, tabulating, uji asumsi klasik,dan regresi
berganda.
Dalam pengambilan sample ada 68 orang dari 3 Divisi yaitu PAL, PAS,
dan Logistik disebarkan 27
pertanyaan, 8 pertanyaan kuesioner untuk
Adversity Quotient, dan 19 pertanyaan untuk kuesioner Self Leadership,
sete/ah melakukan pengumpulan dan pengolahan data, didapat faktor yang
mempengaruhi pencapaian NPK Karyawan dart Adversity Quotient adalah
Control, dan dari Self
Leadership adalah ldentifikasi Peran Diri. Terdapat
pengaruh positif terhadap pencapaian NPK, dengan model regresi NPK (Y) = +1. 790
0.258 Control
+ 0.137 ldentifikasi Peran Diri. Control dan ldentifikasi
Peran Diri memiliki pengaruh yang cukup dalam peningkatan NPK dengan
nilai R, sebesar 0.429, dan 18,4% seluruh variasi total