Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Givi, Andriyani
Subject
621.81 General Topic of Machine Engineering/Topik Umum tentang Teknik Mesin
Datestamp
2023-11-01 02:56:34
Abstract :
PT. ISI Seksi "Machine Cylinder Head" jenis SJ-410 sebagai salah satu perusahaan
yang bergerak dibidang industri otomotif, menjalankan produksinya berdasarkan Job Order.
Untuk memperlancar aktivitas produksinya, mutlak diperlukan manajemen dan kebijaksanaan
perbaikan serta perawatan mesin-mesin produksinya, untuk menghindari kerusakan yang
seringkali terjadi dengan tiba-tiba. Salah satu kebijaksanaan tersebut adalah menentukan
metoda dan waktu yang tepat (Optimal) untuk melaksanakan tindakan perawatan pencegahan
terhadap kerusakan mesin-mesinnya.
Dalam tugas akhir ini membahas mengenai penentuan waktu yang optimal untuk
melaksanakan perawatan pencegahan diseksi tersebut. Dengan menggunakan model
perawatan pencegaha, yaitu :1. Perawatan pencegahan dilaksanakan jka mesin telah
beroperasi selam waktu tertentu, 2. Perawatan pencegahan dilaksanakan setiap interval waktu
tertentu.
Kemudian dari model diatas akan diterapkan dengan kriteria model yang menghasilkan
ekspektasi keuntungan terbesar.
Berdasarkan data-data yang diperlukan untuk memecahkan persoalan ini, yaitu : data
waktu antar kerusakan, ongkos perbaikan kerusakan, ongkos perawatan pencegahan serta
data-data
lain yang berkenaan dengan masalah diatas, kemudian diolah dengan
menggunakan model perawatan pencegahan.
Kerusakan mesin tipe khusus mengikuti pola distribusi eksponensial negatif, yaitu : 11//
A, yaitu 10 hari (mesin 1) dan 9 hari (mesin 2). Setelah dilakukan perhitungan menggunakan
model perawatan pencegahan diperoleh pelaksanaan perawatan mesin I setiap 13 hari dan
mesin II setiap 14 hari dengan nilai P (t) untuk mesin I sebesar Rp 39.896.896,45 dan mesin II
sebesar Rp 40.160.486,13. Penghematan yang diperoleh dari perawatan pencegahan kedua
mesin sebesar Rp 1.935.625,56 / hari, sedangkan penghematan pertahun sebesar Rp
58.068.768,00. Kemudian untuk pelaksanaan TPM 5S diperoleh melalui partisipasi semua
pihak dari manajemen puncak sampai personil pada level paling bawah.