Abstract :
Pada era globalisasi dan era perdagangan bebas saat ini menunjukkan
tingkat persaingan yang semakin kompetitif. Hal
ini membuat suatu
perusahaan harus mempunyai manajemen yang baik dalam mengelola
sumberdaya yang ada dalam perusahaan untuk menciptakan produk yang
berkualitas dengan biaya yang minimum dan penyerahan produk yang
tepat waktu sesuai dengan konsep QCD ( Quality, Cost, Delivery).
PT. X" sebagai salah satu industri otomotif yang memproduksi berbagai
jenis tipe engine motor seperti Suzuki Bravo (RC 100 DT), Suzuki Shogun
(FD 110 CSDT) dan Suzuki Satria (RU 120 LU), perlu melakukan suatu
perencanaan produksi yang optimal dan perencanaan keuangan dengan
melihat penggunaan sumber daya yang terdapat dalam perusahaan.
Dari penelitian penulis, tujuan merencanakan produksi menggunakan
beberapa metode yang mendukung untuk mencapai tujuan yang
dimaksud. Metode yang digunakan dalam memproyeksikan perencanaan
penjualan menggunakan metode peramalan yaitu metode Konstan,
Metode Single Moving Average, dan Single Exponensial Smoothing. Serta
metode program linier untuk perencanaan produksi yang optimal dengan
minimasi biaya produksi jam normal dan jam lembur, biaya penambahan
dan pengurangan tenaga kerja serta biaya persediaan . Kendala-kendala
yang digunakan adalah kapasitas produksi jam normal dan jam lembur,
kenaikan dan penurunan laju produksi serta jumlah persediaan
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perencanaan produksi jam normal
pada bulan Juni untuk tipe engine Suzuki Bravo 1200 unit, Suzuki Shogun
6000 unit dan Suzuki Satria 1400 unit. Perencanaan produksi jam lembur
pada bulan Juni tipe engine Suzuki Bravo 134 unit, Suzuki Shogun 452
unit dan Suzuki Satria 240 unit. Perencanaan Sumber Daya pada Jam
buruh pada bulan Juni untuk Stasiun kerja Die Casting 863.22 Jam.
Stasiun kerja CNC Machining 498.12 Jam, Stasiun Kerja Painting 194. 78
Jam dan Stasiun Kerja Assemblying 902.11 Jam. Perencanaan Keuangan
pada bulan Juni untuk tipe engine Suzuki Bravo diketahui biaya penjualan
Rp 286.187.022, pendapatan Rp 393.653.895,3 dan keuntungan
Rp 107.466.873,3. Suzuki Shogun biaya penjualan Rp 1.808.140.740,
pendapatan Rp 2.486.974,093 dan keuntungan Rp 678.833.353. Suzuki
Satria biaya penjualan Rp 311.395.000, pendapatan 437.890.909 dan
keuntungan Rp 126.495.909.