Abstract :
PT Nesinak Industries merupakan perusahaan yang bergerak
dibidang produksi perakitan komponen printer dan pembuatan part-part untuk
industry otomotif yang bahan baku utamanya adalah rubber. Sa/ah satu
produk yang diproduksi adalah Gasket BTO15008-0950 dimana karakteristik
kualitas radiusnya mengalami masalah kapabilitas proses yang rendah dan
akan coba diperbaiki dengan menggunakan metode Six Sigma.
Six Sigma merupakan suatu visi peningkatan kualitas menuju target
3,4 kegagalan per sejuta kesempatan (DPMO) untuk setiap transaksi produk
barang danlatau jasa. Langkah-langkah sistematis yang digunakan dalam
konsep Six Sigma adalah menggunakan tahapan DMAIC (Define, Measure,
Analyze, Improvement, Control). DMAIC adalah proses untuk peningkatan
terus menerus menuju target Six Sigma.
Data yang diperoleh akan digunakan untuk perhitungan, yang meliputi
data hasil pengukuran radius produk Gasket BT015008-0950 yang digunakan
untuk menghitung nilai DPMO, Level Sigma serta mengetahui tingkat
stabilitas dan kapabilitas proses. Setelah melakukan perhitungan pada tahap
Measure didapat nilai DPMO sebesar 52.338 pcs dengan Sigma berada di
level 3,12-Sigma. Kemudian setelah di analisis pada tahap Analyze diketahui
nilai rata-rata berada dalam stabilitas diantara UCL-1,52 mm dan LCL-1,48
mm dengan kapabilitas proses Cpm-0,66, sumber penyebab permasalahan
diketahui adalah Upper Mold Temperature dan Molding High Pressure
mesin.
Setelah dilakukan pengujjan Design of Experiment pada tahap
Improvement diketahui berdasarkan diagram pareto hasi/ analisis uji DoE
bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap rendahnya kapabilitas
proses karakteristik kualitas radius adalah faktor Upper Mold Temperature.
Hasil pengukuran yang dilakukan kembali pada tahap Control didapat,
setelah dilakukan uji perbaikan nilai DPMO turun menjadi 21.755 pcs dengan
peningkatan level sigma menjadi 3,57-Sigma serta meningkatnya nilai
kapabilitas proses Cpm menjadi 0,83 meskipun demikian hasil ini masih jauh
dari target Six Sigma sebesar 3,4 DPMO dengan kapabilitas proses
> 2,00.
Untuk lebih meningkatkan nilai Sigma dan Kapabilitas proses, pihak
perusahaan sebaiknya melakukan perbaikan lagi secara terus menerus
(kaizen).