Abstract :
Di Negara yang sedang berkembang sering dijumpai keadaan
kurang seimbang antara keinginan untuk segera menaikkan
hajat kehidupan rakyat dengan cara membangun proyek berbagai
ilitas industri dan prasarana umum dibandingkan dengan jumlah
ber daya yang tersedia. Dalam hubungannya dengan pembangunan
yek diatas. Sumber daya tersebut dapat berupa dana, material,
alatan, maupun tenaga terampil. Menghadapi keadaan demikian,
gkah yang umum ditempuh di samping mempertajam prioritas juga
gupayakan peningkatan efesiensi dan efektifitas pengelolaan
r dicapai hasil guna yang optimal dari sumber daya yang
sedia. Penerapan pengelolaan yang dikenal sebagai Manajemen
yek adalah salah satu metode pengelolaan yang dikembangkan
ara intensif sejak pertengahan abad 20 untuk mengahadapi
iatan yang spesifik yang berbentuk proyek.
Penerapan manajemen proyek pada pelaksanaan pembangunan
ving dock fasilitas laut P.T. RUKINDO di lokasi Ancol Timur
jung Priok, bertujuan untuk meningkatkan kualitas, ketepatan
tu penyelesaian proyek serta minimasi ongkos dengan pemendekan
tu penyelesaian proyek tersebut.
Proyek ini dapat diselesaikan dengan normal selama 528
i kerja, dengan
- Biaya Langsung
= Rp. 7.679.407.340,
- Biaya Tak Langsung =
Rp. 3.077.358.768,
- Total Ongkos Proyek =
Rp. 10.756.766.108,
Penulis menggunakan Metode Lintasan Krirtis (CPM) untuk
ganalisis waktu penyelesaian proyek dan biaya yang optimal.
elah melakukan crashing pada aktifitas-aktifitas yang
punyai ongkos pertambahan per hari terkecil (CCUT) disepanjang
tasan kritis, maka diperoleh perpendekan waktu penyelesaian
yek selama 44 hari, sehingga proyek tersebut dapat
elesaikan dalam waktu 484 hari kerja, dengan biaya-biaya
agai berikut:
- Biaya Langsung
= RD. 7.707.433.151,
- Biaya Tak Langsung = Rp. 2.820.912.204,
- Total Ongkos Proyek = Rp. 10.528.345.355,
i pemendekan waktu penyelesaian proyek di atas, maka diperoleh
ghematan sebesar Rp. 228.420.753,-.