Abstract :
Dalam era globalisasi dengan perkembangan teknologi yang
semakin pesat membawa kemajuan dalam segala aspek, terutama
perkembangan dalam dunia industri manufaktur. PT. PAMINDO TIGA T
merupakan perusahaan yang bergerak diabidang manufaktur yang
memproduksi komponen otomotive. perusahaan hanus melakukan
pengendalian kualitas, meningkatkan efektifitas dan meningkatkan
efisiensi dengan mengunakan metode six sigma, Permasalahan
perusahaan adalah di bidang kualitas dan efektifitas proses penglasan
dimana terjadi variasi waktu proses peng/asan yang mempunyai rentang
waktu yang sangat tinggi.
Untuk mengatasi permasalahan diatas, dalam penelitian ini
dilakukan pemetaan proses operasi, peta control UCL, diagram fishbone,
Define, Measure, Analyze, Improve, Control. penerapan metode Six
Sigma untuk menentukan tingkat sigma dan tingkat kapabiltas waktu
proses, serta 5W-1H (What, why, where, when,who, how) gun
a
meningkatkan kualitas yang signifikan dan berpengaruh terhadap variasi
waktu proses.
Langkah awal dalam melakukan pemecahan masalah diatas
dimulai dengan menentukan perioritas masalah yang akan diperbaiki dan
dilakukan pengukuran sigma. Waktu proses berada pada level sigma
2,26, menunjukan proses penglasan berada pada rata-rata industri
Indonesia. Nilai batas penerimaan atas waktu penglasan (UCL) sebesar
157,32 detik, dengan nilai kapabilitas proses penglasan (C,) 0,36, yang
menunjukan proses penglasan tidak mampu untuk memenuhi spesifikasi
target yang ingin dicapai.
Kemudian dilanjutkan dengan melakukan penerapan 5/-1H
(What, why, where, when, who, how) dengan menggunakan Rencana
tindakan dan alat kontrol mengurangi cacat muffler truck, jenis kecacatan
welding bolong yang disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor manusia
dilakukannya rencana tindakan pelatihan keterampilan kerja operator
dalam proses penglasan dan alat kontrol dilakukan pelatihan penglasan.
Faktor metode dilakukannya rencana tindakan penjelasan tentang
pengoprasian kerja dan alat kontrol dilakukan penjelasan tentang cara
kerja perlu dilakukan pengawasan dan evaluasi. Faktor mesin
dilakukannya rencana tindakan membuat jadwal perawatan mesin secara
berkala dan alat kontrol dilakukan membuat jadwal perawatan mesin dan
secara berkala. Faktor lingkungan dilakukannya rencana tindakan
Peningkatkan pencahayaan dan a/at kontrol dilakukan pemeriksaan
terhadap pencahayaan yang baik.