Abstract :
PT.X merupakan industri manufaktur yang menjalankan produksinya atas
dasar pesanan yang masuk dan juga menyimpan hasil produksinya. jika dilihat
dari cara kerjanya seringkali perusahaan hanya memperhatikan bagaimana
membuat barang yang banyak tanpa memperhatikan lingkungan kerjanya
sehingga dapat dilihat kondisi lingkungan kerjanya yang tidak tertib dan tidak
beraturan.Kurangnya perhatian perusahaan terhadap lingkungan kerjanya
menyebabkan keadaan mesin yang kurang perawatan dan pembersihan rutin
sehingga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya cacat produkTidak
adanya pembagian yang jelas antara ruang ruang gerak kerja operator dan arus
lalu lintas barang juga menyebabkan kondisi kerja yang tidak tertata rapi dan
belum adanya pemisahan tempat penyimpanaan barang jadi dan barang cacat
menyebabkan penumnpukan bahan disekitar area produksi sehingga mengganngu
aktivitas pekerja dan menyebabkan mudah tercampurnya barang jadi yang sudah
bagus dengan yang cacat.
Untuk memperbaiki kondisi lingkungan kerja di PTX diperlukan suatu
aturan atau prinsip kerja khusus yang berkaitan dengan sikap kerja bagaimana
menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Untuk itu diperlukan suatu
prinsip kerja yang dapat mengatasi masalah-masalah yang ada di lingkungan
kerja yaitu dengan Aplikasi Penerapan 5S di tempat kerja.
Berdasarkan dri hasil penilaian pemeriksaan ditempat kerja dapat
dilakukan langkah-langkah perbaikan dengan aplikasi penerapan 5S ditempat
kerja, yaitu mencari penyebab terjadinya cacar produk terbesar dan melakukan
penilaian dengan melalukan pemeriksaan ditempat kerja berdasarkan kriteria
5S. Bentauk perbaikan yang dilakukan yaitu dengan membuat perubahan lay out
bagian produksi dengan aplikasi penerapan 5S dan merancang display rambu
rambz5S dan peringatan, mengadakan pelatihan-pelatihan kerja sehingga
lingkungan kerjanya menjadi lebih bersih, rapi, aman dan nyaman.
Hasil Penilitian yang dilakukan pada bagian proses produksi di PT. X. total
produk cacat sebesar 486960 unit yang berarti tingkat jumlah produk cacat
dalam kurun waktu satu tahun sebesar 4,2 % dari total produksi I1457513 unit.
Hasil penilaian yang diperoleh dari pemeriksaan kondisi perusahaan
berdasarkan kriteria 5S Pada bagian produksi yaitu Pada Bagian A : Proses
pembuatan buku setengah jadi dengan menggunakan mesin Bielometic
mendapatkan nilai D dengan jumlah nilai keseluruhan 58 point, Pada Bagian B:
Proses Pembuatan buku setengah jadi denga proses manual mendapatkan nilai D
dengan jumlah nilai keseluruhan 44 point. Dari kedua point penilaian tersebut
diketahui bahwa pada bagian proses proses produksi pembuatan buku tulis AA in
belum mencerminkan ling'kungan kerja yang baik dan masih perlu perbaikan
khusus dan diperlukan suatu pedoman kerja atau aturan dari sikap kerja pekerja
untuk menciptakan tempat kerja yang aman, bersih ,tertib, dan nyaman, sehingg
dapat menghilangkan pemborosan waktu,mengurangi waktu macet mesin dan
cacat produk serta dapat menciptakan iklim perusahaan yang sehat dan kondusif.