Abstract :
PT X adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri alat musik
petik khususnya alat musik guitar. di usianya yang relatif muda perusahaan
dalam melakukan proses produksi masih menjumpai kendala-kendala, karena
belum adanya standarisasi. standarisasi yang dimaksud adalah belum adanya
pembakuan waktu kerja sehingga menimbulkan ketidakseimbangan waktu kerja
antara stasiun kerja dan juga penugasan tenaga kerja khususnya operator pada
lini perakitan. Berdasarkan hal tersebut, maka pada tugas akhir ini penulis
mencoba melakukan pengukuran waktu kerja untuk proses perakitan komponen
guitar. pengukuran waktu kerja dimaksudkan untuk mengetahui waktu pengerjaan
suatu kegiatan.
Untuk melakukan pengukuran waktu kerja, metode yang digunakan adalah
dengan menggunakan jam henti (stop watch). Dari hasil penggunaan waktu kerja
tersebut lalu digunakan untuk mengembangkan kerja pada setiap stasiun kerja
lini perakitan der.gan menggunakan metode RPW (Bobot Posisi) dan COMSOAL
(Computer Method of Sequencing Operation for Assembly Lines). Dan setelah
keseimbangan lintasan di dapat, selanjutnya merencanakan jumlah tenaga kerja
pada masing-masing stasiun kerja dengan menggunakan man hours.
Dari data yang didapat, permintaan produk guitar untuk 6 bulan terakhir adalah
2250 unit dan waktu kerja yang tersedia adalah 135 hari sehingga CT (Cyle
Time) untuk l unit produk adalah 1512 detik. Setelah dilakukan pengolahan data
didapat hasil perhitungan sebagai berikut :
1. Pengelompokan stasiun kerja dengan metode RPW (Bobot Posisi)
menghasilkan 7 stasiun kerja, waktu menganggur 2588,75 detik,
keseimbangan waktu senggangnya 25,6 % dan efisiensi lintasan 71 %.
2. Pengelompokan stasiun kerja dengan metode COMSOAL (Computer Method
of Sequencing for Assembly Lines) menghasilkan' 7 stasiun kerja, waktu
menganggur 1910,45 detik, keseimbangan waktu senggangnya 20 % dan
efisiensi lintasan 71%.
Dari hasil-hasil tersebut maka metode keseimbangan lintasan yang dipilih adalah
metode COMSOAL (Computer Method of Sequencing for Assembly Lines), karena
waktu menganggur dan keseimbangan waktu senggangnya terkecil. Jumlah
tenaga kerja yang dibutuhkan oleh 7 stasiun kerja adalah 7 orang atau ' orang
per stasiun.
Dibandingkan dengan lintasan perakitan yang ada sekarang yaitu IO stasiun
kerja maka terjadi pengurangan sebanyak 3 stasiun kerja. Begitu juga dengan
jumlah tenaga kerja terjadi pengurangan dari I2 orang yang ada sekarang ini
menjadi 7 orang.